
Perubahan APBD 2026 Sulsel fokus untuk layanan publik

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menegaskan bahwa Perubahan APBD 2026 diarahkan fokus untuk menjaga kualitas pelayanan publik dan mendukung program prioritas pembangunan daerah.
Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi dalam keterangannya di Makassar, Rabu, mengatakan alokasi anggaran diarahkan pada kebutuhan mendasar masyarakat, di antaranya infrastruktur jalan dan irigasi, peningkatan layanan kesehatan, rehabilitasi .
Termasuk penambahan ruang kelas sekolah, penguatan sektor pertanian dan kehutanan, termasuk peningkatan kualitas pelayanan publik.
Fatmawati saat penyampaikan jawaban fraksi-fraksi di DPRD Sulsel mengatakan Pemprov Sulsel juga memastikan pengelolaan anggaran dilakukan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.
Dalam rapat pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 itu, fraksi-fraksi juga menyampaikan sejumlah catatan terkait pengelolaan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Catatan tersebut antara lain mencakup optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), penyelesaian Dana Bagi Hasil (DBH) kepada kabupaten/kota, keberlanjutan program pertanian dan ketahanan pangan, penyaluran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN, pengisian jabatan yang masih diisi pelaksana tugas, serta persoalan lahan Stadion Sudiang.
Fatmawati Rusdi menyampaikan apresiasi atas persetujuan fraksi-fraksi untuk melanjutkan pembahasan Perubahan APBD 2026 pada tahapan berikutnya. Menurut dia, sejumlah catatan fraksi masih memerlukan penjelasan teknis dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Terima kasih dari fraksi-fraksi yang telah memberikan persetujuan untuk melanjutkan kepada pembahasan di masing-masing komisi. Tentu ada beberapa catatan dari beberapa fraksi yang tentunya butuh penjelasan lebih teknis dari OPD," ujar dia.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
