
Santri Makassar ini temukan celah pada sistem keamanan NASA

Makassar (ANTARA) - Muhammad Al Hindawi, santri kelas 12 Pondok Pesantren Al Imam Ashim Makassar, mengawali aktivitasnya di bidang keamanan siber dengan menemukan celah pada sistem pesantrennya, sebelum kemudian melaporkan temuan kerentanan pada sistem NASA dan University of Melbourne.
Al Hindawi di Makassar, Rabu, mengatakan dirinya baru sekitar lima bulan mempelajari keamanan siber secara otodidak melalui berbagai tutorial di YouTube serta laporan penelitian keamanan yang dipublikasikan peneliti lain di platform Bugcrowd.
Ia kemudian mulai melakukan pemetaan untuk mencari kerentanan pada sejumlah sistem.
"Temuan itu saat melakukan pemetaan (recon), awal mulanya saya menggunakan 'Subfinder' untuk mengumpulkan subdomain, lalu mengecek status 'response code'-nya menggunakan httpx," kata Al Hindawi.
"Dari sana, baru saya cari sistem yang rentan terkena SQL injection," ujarnya.
Al Hindawi menyebut sejauh ini menemukan dua celah keamanan pada sistem Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan satu celah pada sistem University of Melbourne, Australia.
Menurut dia, temuan-temuan tersebut selanjutnya dilaporkan melalui program resmi Vulnerability Disclosure Program (VDP) di platform Bugcrowd.
Al Hindawi mengatakan laporan kerentanan tersebut telah divalidasi oleh tim keamanan siber dari kedua institusi.
Atas kontribusinya dalam menemukan celah pada sistem NASA, ia menyebut menerima surat penghargaan atau Letter of Recognition (LOR) dari NASA.
Sementara untuk temuannya pada sistem University of Melbourne, Al Hindawi mengatakan telah mendapatkan konfirmasi validasi dari tim Cyber Operations universitas tersebut.
Sebelum melaporkan kerentanan pada sistem kedua institusi tersebut, Al Hindawi mengaku pernah menemukan celah keamanan pada sistem Pondok Pesantren Al Imam Ashim, tempatnya menimba ilmu.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari prosesnya mengembangkan kemampuan dalam bidang keamanan siber yang dipelajarinya secara mandiri.
Al Hindawi mengatakan dirinya terus mempelajari teknik identifikasi kerentanan sistem dengan memanfaatkan berbagai sumber pembelajaran dan laporan penelitian keamanan yang tersedia secara daring.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Berawal dari sistem pesantren, santri Makassar temukan celah NASA
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
