
Bantuan pangan disalurkan ke 150 keluarga miskin ekstrem di Majene

Bantuan ini merupakan bentuk intervensi pemerintah kepada masyarakat yang berada dalam kondisi rentan pangan,
Mamuju (ANTARA) - Bantuan pangan bergizi disalurkan kepada 150 kepala keluarga (KK) yang masuk dalam kategori miskin ekstrem di Desa Adolang II dan Desa Banua Adolang Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene.
Kepala Bidang Kerawanan Pangan Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulbar Sofiawati Sofyan di Majene, Rabu, mengatakan bantuan pangan kepada 150 KK Majene tersebut dilaksanakan dalam rangka mendukung program panca daya yang dicanangkan Gubernur Sulbar Suhardi Duka.
Ia mengatakan program tersebut bertujuan memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan kelompok masyarakat rentan memperoleh akses terhadap pangan yang cukup, aman dan bergizi.
Menurut dia, bantuan pangan bergizi yang disalurkan tersebut di antaranya terdapat paket pangan seperti beras, telur, abon, minyak goreng dan gula pasir.
"Bantuan ini merupakan bentuk intervensi pemerintah kepada masyarakat yang berada dalam kondisi rentan pangan dan rentan terhadap masalah gizi," katanya.
Ia berharap, bantuan tersebut dapat membantu meringankan kebutuhan pangan keluarga sekaligus mendukung pemenuhan asupan gizi.
"Program ini juga untuk mendukung program penanganan dan percepatan penurunan stunting dan kemiskinan secara terpadu (Pasti Padu) yang merupakan salah satu program unggulan Pemprov Sulbar," ujarnya.
Ia menyampaikan, penanganan stunting dan kemiskinan di Sulbar telah dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai sektor, termasuk melalui peningkatan akses masyarakat terhadap pangan yang cukup, aman, bergizi dan terjangkau.
Program tersebut kata dia, untuk mendorong penanganan kerawanan pangan melalui intervensi yang menyentuh langsung masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung upaya perbaikan gizi dan penanggulangan kemiskinan di Sulbar.
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
