Logo Header Antaranews Makassar

Proyek Irigasi Pemprov Sulsel topang swasembada pangan

Kamis, 17 September 2026 04:51 WIB
Image Print
Perbaikan irigasi melalui program MYP terus digenjot untuk meningkatkan produksi petani di Sulawesi Selatan.ANTARA/HO-Pemprov Sulsel(.)

Makassar (ANTARA) - Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady menilai proyek rehabilitasi jaringan irigasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan proyek tahun jamak ikut menopang swasembada pangan nasional.

Hamka dalam keterangannya di Makassar, Rabu, mengatakan proyek irigasi yang diinisiasi Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi menjadi langkah penting dalam memperkuat sektor pertanian.

Menurut dia, pembangunan jaringan irigasi ini memastikan ketersediaan air bagi persawahan petani, termasuk di sejumlah wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan jaringan pengairan.

“Di Kabupaten Jeneponto itu kami terus melakukan pembangunan jaringan irigasi, termasuk juga di Takalar, Gowa dan beberapa daerah lain," ujarnya.

"Kalau Pemprov Sulsel membangun, maka akan baguslah pertanian kita ke depan dalam hal mewujudkan swasembada pangan,” lanjut Hamka.

Hamka juga mendorong agar pembangunan infrastruktur dasar pertanian tersebut berjalan beriringan dengan modernisasi pertanian, baik melalui penggunaan alat dan mesin pertanian maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Karena kita tidak lagi berkutat dengan masalah dasar pertanian. Langkah Pak Gubernur ini, sekali lagi saya sampaikan, ini tepat dan berani. Ini bagus, ke depan kita tinggal dorong modernisasi alat pertaniannya dan SDM-nya,” jelasnya.

Menurut dia, pembangunan jaringan irigasi menjadi bagian penting dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional dan daerah.

“Irigasi yang baik membuat sawah petani teraliri air secara optimal. Lahan yang tadinya tadah hujan kini bisa teraliri air dengan baik. Hal ini tentu mendongkrak pendapatan dan kesejahteraan petani,” pungkasnya.

Diketahui, rehabilitasi jaringan irigasi ini melayani 54.000 hektare sawah yang berada di Kabupaten Maros, Gowa, Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Pangkep, Barru, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur. Total anggarannya sebesar Rp780 Miliar yang bersumber dari hasil efisiensi APBD Sulsel Tahun Anggaran 2025-2027.

Hingga kini, proses pembangunan terus dikebut. Data per 13 September 2026, progres keseluruhan pekerjaan rehabilitasi pada 39 daerah irigasi telah mencapai sekitar 17,8 persen sejak dimulai pada April 2026.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan, program recovery ini dilakukan lantaran mayoritas infrastruktur irigasi eksisting telah mengalami penurunan fungsi hingga tinggal tersisa 50 persen.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026