
RSUP Tajuddin Chalid Makassar jaga ketahanan finansial dan kelanjutan layanan

Makassar (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Tadjuddin Chalid Makassar, Sulawesi Selatan melakukan penguatan tata kelola rumah sakit melalui implementasi inovasi tata kelola klaim proaktif untuk menjaga ketahanan finansial dan keberlanjutan pelayanan.
Direktur Operasional RSUP Tadjuddin Chalid Makassar Angriany Rauf di Makassar, Rabu, mengatakan tata kelola klaim proaktif merupakan pendekatan yang mengubah pola pengelolaan klaim dari yang sebelumnya lebih bersifat retrospektif menjadi proaktif dan bersamaan.
"Potensi permasalahan klaim diupayakan dapat dikenali dan diselesaikan sejak pasien masih menjalani proses pelayanan, bukan setelah seluruh pelayanan selesai," ujarnya.
Dalam implementasi, katanya, penguatan dilakukan melalui kolaborasi lintas profesi, mulai dari dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP), perawat, manajer kasus (case manager), pemrogram kasus (coder), hingga tim keuangan.
Ia menyatakan kelengkapan dokumentasi medis, ketepatan diagnosis dan tindakan, proses precoding, hingga verifikasi klaim menjadi bagian dari pengendalian yang dilakukan lebih awal.
“Kualitas klaim ditentukan sejak pelayanan dimulai, bukan ketika klaim diajukan. Karena itu, tata kelola klaim harus menjadi bagian dari proses pelayanan, bukan hanya pekerjaan administratif setelah pasien selesai dirawat,” katanya.
Menurut dia, klaim memiliki keterkaitan langsung dengan kesehatan keuangan rumah sakit.
Klaim yang berkualitas diharapkan dapat mengurangi potensi pending dan dispute sehingga proses pengajuan dan pembayaran klaim dapat berjalan lebih optimal sesuai ketentuan.
Dengan semakin baik pengelolaan klaim, piutang rumah sakit diharapkan dapat lebih cepat dikonversi menjadi kas.
Kondisi tersebut akan memperkuat likuiditas dan mendukung kesinambungan operasional rumah sakit.
“Tujuan inovasi ini bukan semata-mata memperbaiki klaim. Kita ingin membangun rumah sakit yang sehat secara finansial sehingga mampu menjaga ketersediaan obat dan BMHP, memelihara alat kesehatan dan sarana prasarana, mendukung kesejahteraan pegawai sesuai ketentuan, serta terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Implementasi inovasi saat ini dilakukan secara bertahap, termasuk melalui percontohan pada pelayanan pasien operasi, sebelum dikembangkan dan diperluas ke unit pelayanan lainnya.
Evaluasi proses, penguatan SOP pemantauan indikator, serta kolaborasi lintas profesi menjadi bagian dari upaya memastikan inovasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
RSUP Tadjuddin Chalid juga mendorong penguatan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BPJS Kesehatan dan institusi pendidikan, untuk mendukung peningkatan kualitas tata kelola klaim dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
