Logo Header Antaranews Makassar

Mengajak pemuda peduli iklim lewat film "Borrowed Futures"

Kamis, 17 September 2026 08:01 WIB
Image Print
Para generasi muda khususnya mahasiswa serius mengikuti kegiatan pemutaran dan diskusi film "Borrowed Futures” di Unhas Tamalanrea, Makassar. (ANTARA/HO-Unhas)

Makassar (ANTARA) - The Center for Peace, Conflict, and Democracy (CPCD) Unhas bekerja sama dengan The Habibie Center dan Heinrich Böll Stiftung mengajak generasi muda ASEAN untuk lebih peduli terhadap persoalan perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan lewat film "Borrowed Futures”.

Sekretaris CPCD Unhas Andi Ahmad Yani dalam keterangannya di Makassar, Kamis, mengatakan pemutaran film dirancang sebagai pintu masuk menuju percakapan yang lebih terbuka mengenai perubahan iklim dan peran generasi muda.

“Film merupakan medium untuk melihat bagaimana perubahan iklim dirasakan dalam kehidupan masyarakat dan bagaimana anak muda dapat mengambil peran dalam meresponsnya,” ujarnya usai pemutaran film di Unhas.

Team Leader of Changing Climate, Changing Lives (CCCL) Film Festival, Thailand & Southeast Asia Dr Busakorn Suriyasarn, dalam sesi diskusi membagikan perspektif mengenai perubahan iklim serta pengalamannya dalam menggunakan karya audiovisual untuk menghadirkan cerita dan isu lingkungan kepada publik, khususnya generasi muda.

Percakapan kemudian diarahkan pada kondisi lingkungan di komunitas masing-masing melalui pertanyaan yang membuka ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman mengenai persoalan lingkungan yang mereka temui secara langsung.

Sementara Director of Program and Development The Habibie Center, Julia Novrita membawa diskusi pada perspektif yang lebih luas mengenai keterlibatan anak muda dan pentingnya ruang dialog dalam membangun kesadaran terhadap persoalan yang akan memengaruhi generasi mendatang.

Menurut dia, gagasan utama “Borrowed Futures” kemudian menemukan relevansinya dalam diskusi tersebut. Masa depan dipandang sebagai sesuatu yang sedang dipersiapkan oleh generasi hari ini.

Pilihan terhadap lingkungan, pola pembangunan, serta cara masyarakat merespons perubahan iklim akan menentukan kondisi yang nantinya diwariskan kepada generasi berikutnya.

Karena itu, kata dia, pembahasan mengenai perubahan iklim dalam forum ini ditempatkan berdampingan dengan isu kepemimimpinan pemuda dan intergenerational justice.

"Anak muda tidak hanya ditempatkan sebagai kelompok yang akan menghadapi dampak perubahan iklim, tetapi juga sebagai bagian penting dalam membentuk respons terhadap persoalan tersebut," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026