Logo Header Antaranews Makassar

Pemkot Makassar tata TPA Tamangapa ke sistem sanitasi

Kamis, 17 September 2026 10:40 WIB
Image Print
Foto udara area penangkaran sementara untuk sapi ternak di kawasan TPA Tamangapa Antang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (16/9/2026). Pemerintah Kota Makassar menyiapkan area penangkaran atau ranch khusus di TPA Tamangapa untuk melokalisasi ribuan sapi yang selama ini dibiarkan berkeliaran dan mengonsumsi sampah di area timbunan yang berisiko memengaruhi kualitas daging dan membahayakan kesehatan masyarakat. (ANTARA/Hasrul Said)

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar fokus dalam pembenahan dan penataan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Antang Tamangapa untuk menjadikannya tempat pembuangan dengan sistem sanitasi (sanitary landfill) dan meninggalkan cara lama yakni pembuangan terbuka (open dumping).

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Kamis, mengatakan pembenahan itu merupakan bagian dari langkah Pemerintah Kota Makassar setelah menerapkan program pemilahan sampah dan penataan pengelolaan TPA sejak Agustus 2026.

"Pembenahan ini masih kita tingkatkan dari open dumping ke controlled landfill atau menuju sanitary landfill, sampah harus ditutup dengan tanah urug," ujarnya.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar Helmy Budiman, naik hingga ke puncak area TPA untuk melihat langsung perkembangan penataan kawasan dan perbaikan sistem pengelolaan sampah.

Dari atas area TPA, perubahan wajah kawasan tersebut mulai terlihat. Area yang sebelumnya identik dengan tumpukan sampah, bau, dan kondisi yang tidak tertata, kini secara bertahap mulai dibenahi dan ditata.

Selain area timbunan, pembangunan akses menuju TPA Tamangapa juga masih terus berjalan. Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap pembuatan tiang pancang untuk mendukung pembangunan akses jalan utama.

Penataan kawasan juga disiapkan dengan beberapa jalur akses. Selain akses utama dari sisi barat, terdapat jalan alternatif di sisi kanan kawasan TPA serta akses melalui poros Samata dari sisi selatan TPA, di sekitar kawasan Bintang Lima.

Pembangunan sejumlah akses tersebut diharapkan mendukung kelancaran mobilitas armada sekaligus menjadi bagian dari penataan kawasan TPA secara keseluruhan.

Dia mengatakan persoalan persampahan tidak hanya berkaitan dengan persoalan teknis, tetapi juga menyangkut kualitas kehidupan dan lingkungan yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Kita tidak hanya bicara tentang teknis, tapi kita bicara tentang kelas. Kita tidak mau mewariskan generasi kita soal kotornya kota, persoalan joroknya kota, persoalan kota yang tidak sehat," katanya.

Menurut dia, persoalan sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak yang luas terhadap kehidupan masyarakat.

"Hari ini pemerintah kota berkomitmen bagaimana mewariskan kota yang bersih, kota yang sehat, kota yang indah. Sampah ini, menjadi sumber dari seluruh persoalan-persoalan hidup yang bisa berakibat fatal, kalau kita tidak kelola dengan baik," tuturnya.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026