Logo Header Antaranews Makassar

Tak muluk-muluk, Wali Kota Makassar ajak masyarakat jaga kebersihan

Senin, 21 September 2026 14:35 WIB
Image Print
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin pada peringatan Hari Bersih-bersih Sedunia di Makassar, Minggu (20/09/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengajak masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan pada peringatan World Clean Up Day sebagai momentum untuk memulai perubahan dari lingkungan masing-masing.

Hal itu kata dia, bisa dimulai dari tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah dari rumah, memanfaatkan sampah yang masih bernilai, hingga aktif menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

"Kebiasaan sederhana yang perlu dilakukan secara konsisten oleh masyarakat akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dilakukan secara bersama-sama," kata Appi, sapaan Munafri di Makassar, Minggu.

Menurut Munafri, perubahan tersebut tidak harus dimulai dengan langkah besar.

Diai menegaskan, kebersihan memiliki kaitan langsung dengan kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, serta keberlanjutan kota di masa mendatang.

Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang sehat sekaligus menyiapkan kota yang lebih baik bagi generasi berikutnya.

"Karena kebersihan itu tidak hanya untuk kita. Kebersihan ini adalah untuk masa depan, untuk generasi yang akan datang," katanya.

Selain mengajak masyarakat mengubah kebiasaan, dia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah agar tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan dan pengangkutan.

Sampah, kata dia, harus mulai dipandang sebagai material yang dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

Salah satu kuncinya adalah pemilahan sampah sejak dari sumber. Ia menjelaskan, sampah organik yang terkumpul dapat diarahkan untuk berbagai kebutuhan pemanfaatan.

"Termasuk di antaranya pengolahan menjadi pakan ternak sapi yang berada di kawasan TPA Tamangapa," jelasnya.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengurangi sampah yang masuk ke TPA, sekaligus mencegah ternak mengonsumsi sampah plastik.

Sementara sampah anorganik dapat dipilah dan dikelola melalui Bank Sampah Unit (BSU) sehingga memiliki nilai ekonomi dan berpotensi menjadi sumber tambahan pendapatan bagi masyarakat.

Menurutnya, pola pengelolaan tersebut harus dibangun sebagai sebuah siklus. Sampah dipilah sejak dari rumah, kemudian dikumpulkan, diolah, dan dimanfaatkan sesuai karakteristiknya.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026