
Unhas dan Korsel perkuat lolaborasi riset

Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin (Unhas) memperluas jejaring kerja sama akademik dan penelitian dengan Korea Selatan melalui kemitraan bersama Busan Indonesia Center (BIC).
Kolaborasi ini membuka peluang pengembangan pendidikan lanjutan, penelitian, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia Unhas.
Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa (JJ) di Makassar, Senin, menilai jejaring internasional perlu dimanfaatkan secara konkret untuk membuka akses akademik dan memperluas pengalaman dosen dalam lingkungan pendidikan global.
“Kami ingin mendorong dosen-dosen muda Unhas untuk melanjutkan pendidikan ke jejaring mitra kami di luar negeri," ujarnya.
"Kami berharap Busan Indonesia Center dapat menjadi penghubung yang membuka akses dan mempertemukan mereka dengan universitas mitra di Korea, sehingga kerja sama ini memberi manfaat nyata bagi pengembangan sumber daya manusia Unhas,” sambung Rektor.
Menurut Prof JJ, akses terhadap jejaring perguruan tinggi internasional juga dapat memperkuat peluang kolaborasi penelitian dan pertukaran pengetahuan. Pengalaman akademik di luar negeri diharapkan dapat memperluas perspektif keilmuan dosen sekaligus memperkuat jejaring riset yang dapat dikembangkan setelah kembali ke Unhas.
Sementara Presiden BIC Prof Kim Soo-il menyampaikan kerja sama ini membuka ruang yang lebih luas bagi hubungan pendidikan dan penelitian antara Indonesia dan Korea Selatan.
Jejaring BIC di Korea Selatan dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan Unhas dengan berbagai peluang akademik dan institusi pendidikan tinggi.
“Kami berharap kesepakatan ini membuka kesempatan untuk membangun hubungan akademik yang lebih erat, memperluas pertukaran pengetahuan, dan mengembangkan kolaborasi penelitian yang memberikan manfaat bersama,” jelas Prof Kim.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Unhas dan Busan Indonesia Center Korsel perkuat lolaborasi riset
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
