Logo Header Antaranews Makassar

PLN perkuat sistem kelistrikan jangka panjang di Sulbagsel

Selasa, 22 September 2026 17:48 WIB
Image Print
Ilustrasi - Petugas PLN melakukan pemeriksaan dan pengecekan peralatan pembangkit sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan dan optimalisasi daya mampu pasok Sistem Sulbagsel. ANTARA/HO-Humas PLN UID Sulselrabar

Makassar, Sulsel (ANTARA) - PT PLN terus berupaya meningkatkan keandalan sistem dengan menyiapkan langkah penguatan jangka panjang untuk membangun sistem yang lebih beragam, fleksibel, dan resilien di wilayah Sulawesi bagian selatan (Sulbagsel).

Salah satu langkah strategis dilakukan melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 5,2 gigawatt peak (GWp) dan battery energy storage system (BESS) 8,2 gigawatt hour (GWh).

"Apa yang kami lakukan saat ini tidak berhenti pada upaya memulihkan kondisi sistem. Kami juga menyiapkan fondasi agar sistem Sulbagsel ke depan semakin beragam, fleksibel, dan resilien," ujar General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulselrabar Edyansyah di Makassar, Sulsel, Selasa.

Edyansyah mengatakan upaya pemulihan sistem yang saat ini dilakukan PLN berjalan beriringan dengan penyiapan fondasi sistem kelistrikan untuk jangka panjang.

Edyansyah menyebut penguatan sistem Sulbagsel ke depan tidak hanya berorientasi pada penambahan kapasitas pembangkitan, tetapi juga pada kemampuan sistem untuk beradaptasi terhadap perubahan kondisi sumber energi.

Pengembangan PLTS dan BESS menjadi bagian dari langkah tersebut untuk menghadirkan sumber pasokan yang lebih beragam sekaligus meningkatkan fleksibilitas sistem.

Pengembangan PLTS dan BESS juga menjadi bagian dari upaya PLN untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber pembangkitan tertentu sekaligus memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan sistem ketika produksi pembangkit energi terbarukan mengalami perubahan.

"Kondisi yang kita hadapi saat ini menjadi pembelajaran bahwa sistem kelistrikan membutuhkan sumber pasokan yang beragam. Karena itu, selain melakukan pemulihan dan optimalisasi pembangkit yang ada, PLN juga menyiapkan penguatan sistem dalam jangka panjang melalui pengembangan PLTS dan BESS," urai Edyansyah.

PLN menyiapkan penguatan sistem Sulbagsel melalui sejumlah tahapan yang saling terintegrasi. Selain optimalisasi dan pemulihan pembangkit yang ada, PLN juga mendorong penambahan kapasitas pembangkitan dan pengembangan energi terbarukan.

"Dengan sistem yang lebih kuat dan adaptif, kami berharap kebutuhan listrik masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di Sulawesi dapat didukung secara berkelanjutan," lanjutnya.

PLN memastikan upaya pemulihan sistem saat ini tetap menjadi prioritas. Optimalisasi pembangkit yang tersedia, percepatan pemulihan pembangkit yang mengalami kendala, serta berbagai langkah mitigasi terus dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik.

Di saat yang sama, PLN terus menyiapkan penguatan jangka panjang agar Sistem Sulbagsel memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi dinamika sumber energi dan pertumbuhan kebutuhan listrik di masa mendatang.

Dengan kombinasi PLTS dan BESS, sistem kelistrikan diharapkan memiliki pilihan sumber pasokan yang lebih beragam sekaligus kemampuan yang lebih fleksibel dalam menyesuaikan kebutuhan listrik dengan ketersediaan pembangkit.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem Sulbagsel yang dilakukan secara bertahap. Tahap awal diarahkan pada pemulihan daya mampu pembangkit yang tersedia dan penyiapan pembangkit sementara. Selanjutnya, PLN mendorong penguatan melalui pengembangan PLTS dan BESS hingga 2029.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026