
PLN perlu bersiap hadapi musim kemarau panjang di Sulawesi

Makassar (ANTARA) - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dari unsur pemangku kepentingan, Sripeni Inten Cahyani menilai kondisi kelistrikan di Sulawesi menunjukkan pentingnya kesiapan sistem dalam menghadapi perubahan kondisi alam, seperti musim kemarau panjang terhadap pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap pasokan listrik.
Kendati PLN telah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga produksi energi selama kondisi kemarau, salah satunya modifikasi cuaca atau hujan buatan untuk membantu mempertahankan ketersediaan air pada PLTA.
“Kita semua tahu bahwa kondisi saat ini ada beberapa kombinasi, yaitu dari cuaca, karena kita mengalami masa El Nino yang panas dan kemarau cukup panjang di Sulawesi ini," kata dia melalui keterangannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.
Sripeni menyebut PLTA mengambil peran sekitar 30 persen dalam sistem kelistrikan Sulawesi, sementara PLTU batu bara mengambil peran sekitar 20 persen.
Di sisi lain, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara juga diupayakan kembali beroperasi setelah menjalani pemeliharaan.
“Saat ini PLTU batu bara sedang diupayakan untuk masuk kembali setelah mereka melakukan pemeliharaan,” kata Sripeni.
Sripeni juga menyebut kondisi kelistrikan Sulawesi Selatan mulai berangsur membaik, ditandai dengan semakin berkurangnya wilayah yang terdampak pengaturan pasokan listrik dalam sepekan terakhir.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya membangun sistem energi yang mampu beradaptasi terhadap perubahan kondisi alam dan ketersediaan sumber energi.
Penguatan infrastruktur serta pengembangan sumber pasokan yang lebih beragam menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan sistem kelistrikan.
Sejalan dengan kebutuhan tersebut, PLN menyiapkan pengembangan PLTS dan BESS sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat Sistem Sulbagsel.
PLTS akan menambah sumber pasokan listrik dari energi surya. Sementara itu, BESS berfungsi sebagai sistem penyimpanan energi yang dapat mendukung fleksibilitas sistem ketika produksi pembangkit energi terbarukan berubah maupun ketika daya mampu pembangkit hidro mengalami penurunan.
Penguatan ini menjadi bagian dari upaya PLN untuk mengembangkan sumber energi yang lebih beragam sekaligus memperkuat fleksibilitas sistem dalam menghadapi perubahan kondisi pembangkit, termasuk pembangkit berbasis hidro yang sangat dipengaruhi oleh kondisi hidrologi.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
