Logo Header Antaranews Makassar

Ini bahaya minuman kekinian bagi kesehatan

Sabtu, 26 September 2026 16:41 WIB
Image Print
Ilustrasi segelas kopi susu. (ANTARA/Pexels/Soc Nang Dong)

Depok (ANTARA) - Pakar Universitas Indonesia dari Fakultas Ilmu Keperawatan Dr. Widyatuti mengimbau publik agar lebih bijak dalam menyikapi gaya hidup minuman kekinian yang membahayakan kesehatan.

Dr. Widyatuti yang juga Ketua Klaster Family and Community Empowerment FIK UI di Depok, Jumat, menjelaskan kombinasi tinggi gula, krimer olahan, pemanis tambahan, serta basis teh pekat dalam porsi artisan milk tea (teh susu) berpotensi memicu gangguan metabolisme serius.

"Dampak negatif tersebut meliputi obesitas, resistensi insulin yang berujung pada diabetes melitus tipe 2, hingga gangguan sistem kardiovaskular," katanya.

Ancaman ini tidak dapat dipandang sebelah mata mengingat posisi Indonesia yang saat ini berada di peringkat kelima dunia dengan jumlah penderita diabetes terbanyak.

Data International Diabetes Federation (IDF) dalam rilis atlas diabetes edisi ke-11 tahun 2024 mencatat 20,4 juta warga Indonesia hidup dengan diabetes. Indonesia duduk di posisi kelima di bawah Pakistan, Amerika Serikat, India, dan China.

Ia mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah merekomendasikan batas konsumsi gula harian maksimal empat sendok makan atau setara 50 gram per orang per hari.

Rekomendasi ini ditetapkan untuk menjaga stabilitas glukosa darah dan mencegah beban metabolik berlebih. Kendati demikian satu porsi artisan milk tea di pasaran diperkirakan menyumbang 70 hingga 100 persen dari total batas gula harian tersebut.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pakar UI ingatkan bahaya minuman kekinian bagi kesehatan



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026