
Anggota DPR RI sebut Makassar mulai alami krisis air

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras mendesak Kementerian Pekerjaan Umum bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mempercepat langkah mitigasi menghadapi ancaman El Nino dan kemarau panjang yang berpotensi memperburuk persoalan air bersih tanpa menunggu krisis
Ia mengatakan keharusan mitigasi itu tersebut sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses air bersih. Menurut dia, salah satu daerah yang mulai mengalami persoalan air bersih adalah Makassar, Sulawesi Selatan.
"Seminggu ini, terdapat lonjakan tajam keluhan yang meluas di Makassar. Mulai dari demonstrasi, komplain di sejumlah media massa dan media sosial," kata Andi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Menurut ia, pemerintah perlu bekerja sejak dini dengan menggunakan data dan proyeksi iklim sebagai dasar pengambilan langkah di lapangan.
Baca juga: Air bersih gratis untuk warga Makassar yang kekeringan
Komisi V DPR juga sudah meninjau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mamminasata di Kabupaten Gowa. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pelayanan dan kesiapan infrastruktur penyediaan air bersih bagi masyarakat.
Kondisi masalah air bersih itu, kata dia, harus menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan. Terlebih, ancaman El Nino dan kemarau panjang dapat memberi tekanan lebih besar terhadap ketersediaan sumber air baku apabila tidak diantisipasi sejak awal.
Karena itu, ia meminta BMKG tidak berhenti pada penyampaian prakiraan dan peringatan iklim.
Baca juga: Kemarau panjang, PDAM Makassar salurkan 4,5 juta liter air bersih ke warga
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Komisi V minta mitigasi air bersih harus dilakukan tanpa tunggu krisis
Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
