
Pemkot Makassar dan Unhas bangun ekosistem maggot dan pakan Ayam Alope

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatn, membuka ruang kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam pengembangan pengolahan sampah terintegrasi melalui Program Low Carbon Development Initiative-Innovation and Technology Fund (LCDI-ITF) untuk budidaya maggot serta pakan Ayam Alope.
Dekan Fakultas Peternakan Unhas Prof Syahdar Baba di Makassar, Selasa, mengatakan pengelolaan sampah, khususnya sampah organik, masih menjadi salah satu persoalan yang perlu ditangani secara bersama-sama.
"Selama ini sampah itu masalah utama di Kota Makassar, apalagi yang organik. Maka kita butuh kolaborasi untuk pemilihan dan pengelolaan dengan baik," ujarnya.
Menurutnya, Unhas menawarkan konsep ekosistem yang mengintegrasikan pengolahan sampah dengan budidaya maggot dan peternakan ayam Alope Unhas.
Melalui program inisiatif pembangunan rendah karbon-dana inovasi dan teknologi (LCDI-ITF) itu, pihaknya ingin mengintegrasikan dengan konsep yang dibangun oleh Pemkot Makassar.
"Jadi, kami punya model ekosistem yang kami coba bangun, bagaimana mengelola sampah ini diintegrasikan dengan faktor-faktor yang lainnya,” kata Prof Syahdar Baba.
Guru besar bidang lingkungan itu menjelaskan Ayam Alope Unhas membutuhkan sumber protein yang tinggi. Salah satu sumber protein tersebut dapat diperoleh dari maggot yang dibudidayakan dengan memanfaatkan sampah organik.
"Melalui skema ini, kami di Unhas akan mengambil peran pengelolaan sampah mulai dari sisi hulu hingga hilir," tuturnya.
Pada bagian hulu, lanjutnya, Unhas menyiapkan maggot atau bibit maggot untuk kemudian dibesarkan oleh kelompok-kelompok yang dibina Pemkot Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Setelah maggot dibesarkan, Unhas akan mengambil dan mengolahnya hingga menjadi bahan pakan. Unhas juga akan membantu memastikan aspek pemasaran, sehingga hasil budidaya maggot memiliki pasar yang jelas.
"Kami menawarkan Pak Wali bagaimana kalau ini dibikin ekosistemnya. Unhas menyiapkan pengolahannya, pengelolaan dan pemasaran maggotnya, pengolahannya sampai menjadi pakan, dan juga menyiapkan baby maggot," jelasnya.
Sementara itu Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyatakan mendukung penuh program tersebut.
Ia berharap kolaborasi itu tidak hanya membantu mengurangi beban sampah organik yang masuk ke sistem pengelolaan sampah kota, tetapi juga membangun rantai ekonomi baru berbasis pengolahan sampah, budidaya maggot, hingga penyediaan pakan ternak.
"Melalui pola ini, pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses pengurangan volume sampah, tetapi dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem produktif yang melibatkan masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor peternakan," ucap Munafri Arifuddin
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
