
Petani Sulsel optimistis bisa tanam padi tiga kali setahun lewat MYP irigasi

Makassar, Sulsel (ANTARA) - Para petani di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan optimistis dapat menanam tiga kali setahun lewat program tahun jamak atau multiyears project (MYP) irigasi yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2025-2027.
Kepala Desa Bontonyeleng Bulukumba Andi Baso Mauragawali dalam keterangannya di Makassar, Sulsel, Selasa, mengatakan keberadaan jaringan irigasi tersebut tidak hanya membantu mengairi lahan pertanian yang selama ini telah digarap, tetapi juga berpotensi membuka lahan baru setelah pembangunannya rampung.
Menurut dia, peningkatan ketersediaan air irigasi berpotensi berdampak terhadap peningkatan produksi pertanian masyarakat.
"Dampak dari ini ada peningkatan produksi jika ini selesai. Bukan hanya berhenti di sini karena memang luasan persawahan kami ini sangat luas. Ada dua desa yang berdampak, Desa Bontonyeleng dan Palang Barae," ujarnya.
Petani Desa Bontonyeleng, Jamaluddin mengatakan kondisi petani sebelumnya cukup sulit karena jaringan irigasi belum mampu menjangkau lahan yang berada di bagian hilir.
"Kondisi kami sebelum ada irigasi ini, keadaan petani memang sangat memprihatinkan karena akses irigasi tidak bisa sampai ke hilir," kata Jamaluddin.
Dengan pembangunan jaringan irigasi tersebut, ia berharap frekuensi tanam padi dapat meningkat. Saat ini, petani umumnya hanya dapat menggarap sawah dua kali dalam setahun.
"Dengan adanya irigasi ini, dari potensi garap sawah dua kali mudah-mudahan bisa sampai tiga kali nanti, khususnya tanam padi," ujarnya
Menurut Jamaluddin, peningkatan frekuensi tanam diharapkan dapat berdampak langsung terhadap pendapatan petani.
Senada, petani muda Desa Bontonyeleng Madasari mengatakan sektor pertanian di wilayahnya masih memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan.
"Kondisi pertanian di Bontonyeleng masih cukup memprihatinkan, tetapi dengan adanya bantuan dari Pemerintah Provinsi ini bisa menggerakkan petani muda agar tidak keluar dari desa dan bisa membangun potensi pertanian yang ada di desa," kata Madasari.
Menurut dia, ketersediaan infrastruktur irigasi dapat menjadi salah satu faktor pendukung bagi petani muda untuk melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki prospek ekonomi.
Rehabilitasi jaringan irigasi melalui proyek tahun jamak di Desa Bontonyeleng dan Palang Barae, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan menunjukkan progres signifikan.
Pekerjaan jaringan irigasi saat ini telah mencapai sekitar 1,1 kilometer dari total panjang pengerjaan 2,5 kilometer. Jaringan irigasi ini ditargetkan mampu mengairi lahan persawahan seluas kurang lebih 1.200 hektare.
Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran Rp780 miliar untuk merehabilitasi sejumlah jaringan irigasi yang melayani 54.000 hektare sawah. Daerah irigasi ini tersebar di Kabupaten Maros, Gowa, Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Pangkep, Barru, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
