
Realisasi anggaran 9 Sekolah Rakyat di Sulsel Rp1,47 triliun

Makassar (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Selatan mencatat realisasi penyaluran anggaran pembangunan untuk sembilan Sekolah Rakyat (SR) di provinsi itu mencapai Rp1,47 triliun.
Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Sulawesi Selatan Hari Utomo di Makassar, Rabu, mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya masih berjalan dengan sembilan sekolah saat ini dalam proses.
"Kalau pagu anggaran untuk Sekolah Rakyat tahun 2026 ini sekitar Rp1,73 triliun dan yang sudah terealisasi hingga Agustus 2026 itu sebesar Rp1,47 triliun. Anggaran Rp1,73 triliun itu untuk 16 Sekolah Rakyat," ujarnya.
Hari Utomo mengatakan, program Sekolah Rakyat oleh Pemerintah Pusat ini menggunakan skema multi years contract dari tahun 2025 hingga 2026. Penyaluran pembayaran untuk pembangunan itu dilakukan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Makassar I.
Ia mengungkapkan jika awalnya sekolah rakyat di Provinsi Sulsel hanya ditargetkan sebanyak 14 saja, namun sudah ada dalam perencanaan pembangunan dan telah disetujui sebanyak 16 sekolah karena besarnya dukungan tersebut.
"Kalau target awal itu di Sulsel memang hanya 14 sekolah rakyat tapi pada tahun 2026 ini sudah ada 16 dan 9 di antaranya dalam pembangunan. Targetnya, sekolah rakyat itu akan menampung sekitar 1.750 siswa," katanya.
Adapun 9 Sekolah Rakyat yang berjalan berada di Kota Makassar, Sinjai, Takalar, Bone, Sidrap, Wajo, Barru, Tana Toraja, dan Soppeng.
Sementara itu, tujuh kabupaten lainnya yang masuk prioritas pembangunan yang direncanakan dimulai pada tahun 2026, antara lain di Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Selayar, Pangkep, Toraja Utara, dan Enrekang.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
