
Profil Sugiono, mantan Menlu yang kini jabat Menko PMK

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto melantik Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menggantikan Pratikno di Istana Negara, Jakarta, Kamis.
Sugiono dilantik sebagai Menko PMK yang baru sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Sisa Jabatan 2024–2029 yang ditetapkan pada 30 September 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sebelum memikul tanggung jawab baru sebagai Menko PMK, Sugiono telah membuktikan kapasitas dan dedikasinya sebagai Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Merah Putih sejak 21 Oktober 2024.
Rekam jejak kepemimpinannya sangat menonjol pada isu perlindungan kemanusiaan, di mana kementerian yang ia pimpin sukses merepatriasi lebih dari 27 ribu WNI yang berada dalam kondisi terancam di luar negeri.
Penyelamatan masif tersebut mencakup pemulangan ribuan WNI dari jerat penipuan daring di Myanmar dan Kamboja, evakuasi aktivis di zona konflik, hingga pengamanan warga negara yang terdampak eskalasi di Timur Tengah.
Di panggung diplomasi global, Sugiono berhasil membawa Tanah Air mendapat kepercayaan luar biasa sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada tahun 2026, yang menjadi sebuah torehan sejarah baru bagi bangsa.
Perluasan pengaruh Indonesia di forum multilateral juga dibuktikan dengan diterimanya Indonesia sebagai anggota penuh BRICS pada Januari 2025, hanya berselang dua bulan setelah kehendak resminya disuarakan.
Pada sektor diplomasi ekonomi, pria berusia 45 tahun ini berperan besar menjembatani berbagai perjanjian dagang komprehensif strategis dengan negara-negara sahabat di kawasan Eropa, Amerika, Afrika, hingga Asia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Profil Sugiono, mantan Menteri Luar Negeri yang kini jabat Menko PMK
Pewarta : Sean Filo Muhamad
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
