
Mahasiswa hafiz di Sulsel perlu akses pendidikan luas

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengatakan mahasiswa hafiz bukan sekadar dituntut menjaga hafalan namun juga perlu memperoleh akses pendidikan yang lebih luas agar kapasitas akademik dan keilmuannya berkembang.
Andi Sudirman dalam keterangannya di Makassar, Kamis, mengatakan para penghafal ini sebagai “generasi pengawal Al-Qur’an”. Karena itu, keberadaan fasilitas khusus pembinaan hafalan di lingkungan pendidikan tinggi dinilai penting.
“Ini merupakan kebanggaan kita, kebanggaan Sulawesi Selatan dan juga anak-anak kita, generasi pengawal Al-Qur’an kita,” ujarnya pada kegiatan peresmian Rumah Tahfiz Putri Unismuh di Kabupaten Gowa.
Dirinya berharap hafalan Al-Qur’an yang mereka jaga menjadi modal untuk membuka lebih banyak pintu pendidikan bagi generasi muda Sulsel.
Ia mendorong mahasiswa penghafal Al-Qur’an di perguruan tinggi mendapat kesempatan belajar hingga ke Timur Tengah, termasuk melalui program pertukaran mahasiswa dan pendidikan lanjutan.
Andi Sudirman secara khusus menyampaikan apresiasi kepada keluarga Arab, Dr. (HC) Syekh Mohammad MT Al Khoory dan keluarganya atas dukungan yang telah diberikan selama bertahun-tahun mencakup bidang pendidikan, dakwah, hingga kegiatan kemanusiaan di Sulawesi Selatan.
Hubungan Syekh Khoory dengan Makassar pun telah berlangsung sekitar 35 tahun. Seusai peresmian, Syekh Mohammad Tayyib Al-Khoory menyebut Makassar sebagai rumah keduanya.
Bagi Andi Sudirman, hubungan panjang tersebut dapat menjadi modal untuk membangun kerja sama yang lebih luas.
Gubernur berharap kolaborasi dengan jejaring di Timur Tengah tidak berhenti pada pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi berlanjut pada pengembangan sumber daya manusia.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
