
Kemensos tunjuk Makassar jadi percontohan gerakan peduli tetangga

Makassar (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) RI menunjuk Kota Makassar sebagai salah satu daerah percontohan (pilot project) pelaksanaan Gerakan Nasional Peduli Tetangga di luar Pulau Jawa.
Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly saat memimpin Rapat Teknis Pelaksanaan Gerakan Nasional Peduli Tetangga di Makassar, Kamis, mengatakan program prioritas nasional ini dirancang untuk memperluas jangkauan pendataan dan akses pelayanan sosial bagi masyarakat kurang mampu melalui penguatan peran masyarakat dan pengurus RT/RW.
"Makassar menjadi modal besar di luar Pulau Jawa, karena memiliki jumlah RT dan RW yang cukup banyak. Oleh karena itu, Kota Makassar sangat tepat menjadi bagian dari percontohan Gerakan Nasional Peduli Tetangga ini," ujarnya.
Andi Zulkifly didampingi jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di antaranya Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar Andi Bukti Djufrie, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Muh Roem, para camat, serta perwakilan Kemensos RI itu siap mengawal penuh arahan Menteri Sosial guna menyukseskan agenda skala nasional tersebut.
Sesuai rencana, puncak peluncuran dan sosialisasi gerakan ini akan diselenggarakan pada hari Minggu mendatang di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Makassar. Acara puncak ini ditargetkan menghadirkan ribuan RT dan RW se-Kota Makassar.
"Kegiatan ini rencananya dilaksanakan hari Minggu (4/10) di GOR Sudiang. Salah satu ukuran kesuksesannya adalah partisipasi aktif para ketua RT dan RW. Saya minta para camat mengawal langsung untuk menghadirkan seluruh RT dan RW tanpa terkecuali," ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran acara yang melibatkan ribuan peserta tersebut, Andi Zulkifly menginstruksikan pembagian peran secara teknis kepada seluruh dinas terkait.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan diminta mengatur skema pengamanan serta rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi penumpukan kendaraan di kawasan GOR Sudiang.
Sementara itu, Dinas Kesehatan disiagakan untuk menyediakan tim medis dan posko kesehatan di lokasi.
Sektor teknis, seperti Bagian Umum dan Bagian Protokol diminta memastikan kesiapan sarana-prasarana, mulai dari panggung utama, sistem tata suara (sound system), hingga alur pendistribusian konsumsi per kelurahan.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) juga diminta mengoptimalkan publikasi media dan siaran langsung (live streaming) agar gaung kegiatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar Wiwit Widiansyah menjelaskan Gerakan Nasional Peduli Tetangga bertujuan memperluas jangkauan akses program bantuan pemerintah bagi warga yang selama ini belum terdata.
"Gerakan ini bertujuan membuka akses ke masyarakat agar dapat menjangkau program pemerintah. Kita berharap seluruh masyarakat dapat saling peduli terhadap lingkungan sekitarnya," kata Wiwit.
"Banyak warga yang membutuhkan bantuan perumahan, kesehatan, dan bantuan sosial lainnya yang belum terserap, sehingga gerakan ini menjadi sarana untuk memperluas jangkauan pendataan tersebut," tambahnya.
Melalui sinergi antara Kemensos, Pemkot Makassar, serta para ketua RT/RW sebagai agen di lapangan, gerakan ini diharapkan mampu mengoptimalkan verifikasi data kesejahteraan sosial secara tepat sasaran di seluruh wilayah Kota Makassar.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
