Logo Header Antaranews Makassar

ASITA Sulsel dukung Makassar kembangkan wisata bahari

Jumat, 2 Oktober 2026 20:10 WIB
Image Print
Penari menyemprotkan api saat melakukan tari Pepe-pepe ka ri Makka pada pertunjukan seni budaya Attayang Sunset di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/5/2026). Dinas Pariwisata Kota Makassar menghadirkan pertunjukan Attayang Sunset yang menampilkan beragam kesenian budaya suku Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja menjelang matahari terbenam sebagai upaya memperkuat daya tarik wisata serta menghidupkan kembali ruang publik melalui atraksi seni budaya Sulsel dengan harapan dapat meningkatkan citra Makassar sebagai destinasi wisata yang aman, ramah, dan kaya akan budaya. ANTARA/Hasrul Said)

Makassar (ANTARA) - Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sulawesi Selatan mendukung Pemerintah Kota Makassar dalam mengembangkan wisata bahari, khususnya Pulau Lanjukang yang berbasis konservasi.

"Dengan dibukanya kembali rute penerbangan Makassar-Manado oleh TransNusa akhir pekan lalu, ini sekaligus membuka peluang lebih besar untuk mengembangkan potensi wisata bahari di Sulsel," kata Ketua ASITA Sulsel Didik Manaba di Makassar, Jumat.

Dia mengatakan, dengan dibukanya kembali rute penerbangan Makassar-Manado ini sekaligus membuka peluang lebih besar untuk mengembangkan potensi wisata bahari di Sulsel, termasuk Pulau Lanjukang yang merupakan salah satu dari 11 pulau yang ada di wilayah Kota Makassar.

Didik Manaba mengatakan, konektivitas udara antarkota di Sulawesi dapat memperluas pasar wisatawan sekaligus memudahkan wisatawan untuk mengunjungi sejumlah destinasi bahari yang sedang dikembangkan.

"Kami optimistis, apalagi Pemerintah Kota Makassar mengembangkan Lanjukang. Ini luar biasa," kata Didik.

Menurut dia, pengembangan Pulau Lanjukang dapat dikemas dalam paket wisata bahari yang terintegrasi dengan berbagai aktivitas wisata, termasuk perjalanan menggunakan kapal pinisi.

Ia mengatakan, pihaknya melihat peluang untuk mengembangkan inovasi perjalanan wisata menggunakan kapal pinisi menuju Lanjukang, sehingga wisatawan tidak hanya menikmati perjalanan udara, tetapi juga mendapatkan pengalaman wisata bahari selama berada di Makassar.

"Potensi pulau Lanjukang dan sekitarnya akan menjadi potensi wisata bahari untuk snorkeling, diving, dan menikmati konservasi laut," ujarnya.

Didik juga melihat peluang untuk mengemas kunjungan wisatawan asal China ke Makassar dengan menawarkan aktivitas wisata bahari di Lanjukang dan pulau-pulau di sekitarnya.

Menurut dia, pengembangan paket wisata tersebut perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek konservasi sehingga aktivitas pariwisata dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut.

Rute Makassar-Manado yang kembali dibuka oleh TransNusa, kata dia, juga dapat memperkuat konektivitas destinasi wisata di kawasan timur Indonesia. Wisatawan yang datang ke Makassar dapat diarahkan menikmati berbagai destinasi di Sulawesi Selatan sebelum melanjutkan perjalanan ke Manado maupun sebaliknya.

"Kita berharap konektivitas ini bisa menjadi pintu masuk untuk mengembangkan paket-paket wisata antardaerah di Sulawesi," kata Kadis Pariwisata Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin.

Menurut dia, Pulau Lanjukang merupakan salah satu wilayah yang disiapkan Pemerintah Kota Makassar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari. Pengembangannya diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga tetap menjaga daya dukung lingkungan dan kawasan konservasi.

Dengan dukungan konektivitas transportasi dan inovasi paket perjalanan wisata, pengembangan Lanjukang diharapkan dapat memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu pintu masuk wisata bahari di kawasan timur Indonesia.

Pulau Lanjukang adalah salah satu destinasi andalan yang menawarkan wisata bahari yang komplit di wilayah Kota Makassar. ANTARA/Suriani Mappong



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026