
143 nelayan di Lumu-lumu dibantu alat GPS dari Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin kembali mendatangi warga Kepulauan Sangkarrang dan memberikan bantuan Global Positioning System (GPS) kepada 14 kelompok nelayan dengan total 143 orang penerima manfaat di Pulau Lumu-lumu.
"Kami kembali bertemu warga di Pulau Lumu-lumu, saya serahkan bantuan kepada kelompok nelayan, alat navigasi GPS untuk memantau nelayan ketika sedang melaut," ujarnya di Makassar, Sabtu.
Munafri menjelaskan GPS diharapkan dapat membantu nelayan memantau posisi saat melaut sekaligus menentukan lokasi penangkapan ikan yang potensial.
Bantuan Pemerintah Kota Makassar menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat pesisir, khususnya nelayan tradisional, dalam meningkatkan keselamatan melaut, efisiensi operasional, serta produktivitas hasil tangkapan.
Menurut dia, keberadaan alat navigasi tersebut menjadi salah satu solusi untuk mendukung aktivitas nelayan agar lebih aman dan efisien.
Dengan mengetahui posisi dan titik penangkapan ikan di siang dan malam hari, bahkan nelayan dapat mengurangi waktu perjalanan serta menekan konsumsi bahan bakar.
"Yang paling pertama, dengan adanya GPS ini, nelayan mampu memastikan keselamatan dalam kegiatan melaut atau mencari ikan," katanya.
Ia menambahkan penggunaan GPS juga memungkinkan nelayan menentukan lokasi penangkapan ikan tanpa harus mencari titik potensial secara berulang-ulang.
"Kalau perjalanan lebih singkat, berarti penggunaan bahan bakar jauh lebih irit. Kalau penggunaan bahan bakarnya irit, tentu harga jual ikan bisa lebih baik dan hasil yang didapat bisa lebih maksimal," ujarnya.
Munafri berharap bantuan tersebut dijaga dan dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh kelompok penerima.
Ia menegaskan bahwa dukungan kepada masyarakat kepulauan akan terus dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pemerintah daerah.
Di sektor perikanan, Pemkot Makassar juga terus mendorong penguatan kapasitas nelayan melalui program pelatihan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan bagi kelompok nelayan binaan.
"Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus mendorong aktivitas perikanan yang produktif," katanya.
Bagi wali kota, perhatian terhadap masyarakat kepulauan tidak hanya sebatas bantuan sarana perikanan, tetapi juga menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
"Khusus untuk Pulau Lumu-lumu, Pemkot Makassar merencanakan penambahan 14 titik lampu penerangan yang dijadwalkan dipasang pada November mendatang," ucapnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
