Logo Header Antaranews Makassar

PLN UID Sulselrabar menyediakan air bersih untuk sekolah di Soppeng

Minggu, 4 Oktober 2026 05:51 WIB
Image Print
PLN ULP Pajalesang bersama pihak SD Negeri 219 Madekkang meninjau fasilitas sumur bor bantuan TJSL PLN UID Sulselrabar untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi warga sekolah. ANTARA/HO-Humas PLN

Makassar (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menyediakan akses air bersih bagi warga sekolah melalui pembangunan dan peresmian dua unit sumur bor di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Dua fasilitas tersebut berada di SD Negeri 219 Madekkang dan SMP Negeri 2 Marioriwawo dan memberikan manfaat bagi 333 guru dan murid.

"Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang menunjang kesehatan dan kenyamanan warga sekolah. Melalui program TJSL ini, PLN ingin membantu guru dan murid menjalankan aktivitas belajar mengajar dengan lebih baik," kata Plh. General Manager PLN UID Sulselrabar Albert Safaria melalui keterangan rilisnya di Makassar, Sabtu.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN. Program TJSL PLN itu selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya TPB 6 tentang air bersih dan sanitasi layak serta TPB 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera.

Di SD Negeri 219 Madekkang, fasilitas itu dimanfaatkan oleh 83 penerima manfaat, sedangkan di SMP Negeri 2 Marioriwawo menjangkau 250 penerima manfaat.
Kedua sekolah sebelumnya menghadapi keterbatasan air bersih, khususnya saat musim kemarau.

Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan sanitasi dan kebersihan sekolah terkendala, bahkan sejumlah murid harus membawa air dari rumah.

Albert mengatakan penyediaan air bersih merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan.

Ia berharap fasilitas sumur bor tersebut dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya terus dirasakan warga sekolah.

Kepala SD Negeri 219 Madekkang Haeruddin mengatakan bantuan sumur bor tersebut menjawab kebutuhan air bersih sekolah, terutama saat musim kemarau.

"Dahulu, ketika musim kemarau, anak-anak harus membawa air dari rumah karena ketersediaan air di sekolah terbatas. Sekarang air sudah melimpah dan dapat digunakan untuk kebutuhan operasional sekolah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Marioriwawo Nur Alam Sainuddin mengatakan ketersediaan air bersih membantu memenuhi kebutuhan sanitasi dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Fasilitas sumur bor tersebut dilengkapi pompa submersible dan instalasi pendukung untuk memenuhi kebutuhan air di toilet, tempat wudhu, fasilitas cuci tangan, serta pemeliharaan kebersihan lingkungan sekolah.

"Selain mendukung aktivitas sekolah, penyediaan air bersih itu juga diharapkan memperkuat penerapan perilaku hidup bersih dan sehat bagi guru dan murid," ujarnya.





Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026