
OJK Sulsebar edukasi keuangan lewat Fin Expo 2026

Makassar (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) memperkuat edukasi dan literasi keuangan masyarakat melalui penyelenggaraan Expo Literasi dan Inklusi Keuangan (Fin Expo) 2026.
"Penguatan literasi keuangan penting untuk memastikan masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga memahami manfaat, karakteristik, serta risikonya," kata Kepala Perwakilan OJK Sulselbar Moch Muchlasin di Makassar, Minggu.
Menurut dia, masyarakat perlu memiliki pemahaman yang memadai sebelum menggunakan produk keuangan, sehingga mengetahui manfaat, karakteristik, hingga risiko dari produk yang digunakan.
Dia mengatakan penguatan literasi keuangan perlu berjalan seiring dengan perkembangan ekonomi Sulawesi Selatan yang tumbuh 5,59 persen dan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
OJK bersama industri jasa keuangan, kata dia, juga terus memperluas edukasi kepada masyarakat. Pada triwulan II 2026, OJK mencatat telah melaksanakan sekitar 198 kegiatan literasi keuangan dengan sekitar 2,4 juta peserta.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk memperkuat akses masyarakat terhadap pasar dan keuangan syariah serta mendukung pembiayaan sektor produktif, termasuk bagi petani dan nelayan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Hj Fatmawati Rusdi mengatakan Fin Expo 2026 menjadi salah satu wadah edukasi keuangan yang strategis karena dilaksanakan di pusat perbelanjaan yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai kalangan.
"Fin Expo ini salah satu wadah edukasi yang dilaksanakan di mal sebagai tempat berkumpul dari berbagai kalangan," katanya.
Menurut Fatmawati, kehadiran edukasi keuangan di ruang publik diharapkan dapat memperluas jangkauan masyarakat untuk mengenal dan memahami berbagai produk serta layanan jasa keuangan.
Sementara itu, Ketua Panitia Fin Expo 2026 yang juga Regional CEO BRI Regional Office 15 Makassar Riza Pahlevi mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendekatkan industri jasa keuangan dengan masyarakat.
"Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin mengenal industri jasa keuangan, memahami produk yang tersedia, serta semakin bijak dalam melakukan perencanaan dan pengelolaan keuangan," ujarnya.
Riza mengatakan berdasarkan hasil survei 2026, sekitar 93,01 persen masyarakat telah menggunakan produk dan atau layanan jasa keuangan. Angka tersebut meningkat dibandingkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 sebesar 92,7 persen.
Namun, tingginya tingkat penggunaan layanan keuangan tersebut, menurut dia, perlu diimbangi dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai produk yang digunakan.
Karena itu, Fin Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga menjadi ruang komunikasi, edukasi, dan interaksi antara masyarakat dengan industri jasa keuangan.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
