
Pertina Sulsel buka pendaftaran calon ketua, catat tanggalnya

Makassar (ANTARA) - Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Provinsi Sulawesi Selatan membuka pendaftaran calon ketua periode 2026-2030.
Sekretaris Pertina Sulsel Sri Syahril di Makassar, Minggu, menegaskan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Ketua Pertina Sulsel yang diamanatkan sudah berkomitmen mengawal seluruh tahapan seleksi secara ketat, mulai dari pendaftaran, verifikasi berkas, pengujian, hingga penetapan calon yang memenuhi syarat.
Ia menjelaskan, Pertina membuka peluang selebar-lebarnya bagi putra-putri terbaik daerah yang memiliki komitmen konkret untuk memajukan dunia adu jotos ini. Namun Sri memberikan catatan kritis agar momentum ini tidak sekadar dijadikan ajang pamer status atau pelengkap daftar riwayat hidup.
Berdasarkan lini masa yang disusun, tahapan penjaringan bakal calon ketua akan dimulai pada 5 hingga 12 Oktober 2026.
"Setelah itu, TPP akan melakukan verifikasi berkas pada 13–14 Oktober, disusul masa sanggah pada 15–17 Oktober, sebelum akhirnya menetapkan calon resmi pada 18 Oktober 2026," jelas Sri Syahril.
Demi menjaga iklim demokrasi yang sehat, para calon ketua yang lolos verifikasi akan diberikan panggung untuk berkampanye dan bersosialisasi pada 19–22 Oktober 2026.
Momentum Musprov akan menandai akhir masa kepengurusan pertama Harpen Reza Ali yang resmi berakhir pada 30 November 2026.
Selama empat tahun menakhodai Pertina Sulsel, putra tokoh olahraga nasional A. Reza Ali ini telah menorehkan tinta emas yang mengubah peta kekuatan tinju nasional, termasuk mencetak sejarah baru dengan meloloskan 12 atlet ke PON XXI Aceh-Sumut 2024.
"Ini sebuah kuota kelulusan terbesar sepanjang sejarah partisipasi Sulsel selama keikutsertaan Sulsel di PON," ujarnya.
Prestasi tersebut bukan sekadar angka. Tim tinju Sulsel juga sukses membawa pulang enam medali, termasuk medali emas kelas 54 kg yang disabet oleh Josua Holy Masihor.
Dominasi ring tinju di era Harpen bahkan menembus level internasional. Pada Kejuaraan Tinju Asia 2025 di Negeri Sembilan, Malaysia, Josua Holy Masihor kembali mengibarkan merah putih di podium tertinggi setelah menumbangkan petinju tuan rumah.
Lebih dari itu, pembinaan yang konsisten berhasil mengantarkan delegasi tinju Sulsel dua kali mewakili Indonesia di panggung dunia, yakni pada kejuaraan dunia di Uzbekistan (2023) dan Dubai (2025). Sebuah pembuktian bahwa talenta lokal mampu berbicara banyak di level global.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
