Logo Header Antaranews Makassar

KNPI Sulsel: petahana belum tentu menang pilkada

Minggu, 17 Mei 2015 05:45 WIB
Image Print
"Tidak ada jaminan calon dari keluarga petahana yang maju pasti akan terpilih...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan (Sulsel) Bung Mizar Rahmatullah Roem mengatakan tidak ada jaminan calon dari keluarga petahana akan menang dalam pilkada di daerah itu.

"Tidak ada jaminan calon dari keluarga petahana yang maju pasti akan terpilih," kata Mizar menanggapi kecenderungan politik dinasti di Makassar, Sabtu.

Dia mengatakan tidak adanya jaminan kemenangan itu tercermin dari beberapa pemilihan kepada daerah (pilkada) di Sulsel beberapa waktu lalu, di mana keluarga petahana justru kalah. Misalnya di Kabupaten Bone, Sinjai dan yang terakhir Jeneponto.

Karena itu, lanjut dia, untuk meneropong Undang-undang Pilkada itu, mestinya setiap regulasi mampu melahirkan sistem yang kuat dan ketat sehingga secara alami setiap regulasi akan membuahkan hasil yang positif di masyarakat.

"Dengan adanya contoh kasus itu, maka tidak perlu ada kekhawatiran sebenarnya, karena masyarakat kita semakin maju dalam berpolitik," katanya.

Sementara itu pengamat politik dari Universitas Hasanuddin, Makassar Prof Dr Adi Culla memprediksi dari sisi politik, gugatan terhadap UU Pilkada terkait politik dinasti akan dikabulkan.

Alasannya, dalam politik demokrasi dan HAM tidak dikenal istilah politik dinasti.

Pandangan kedua narasumber tersebut terungkap pada Dialog Kepemudaan yang dihadiri perwakilan Organisasi Kepemudaan, Sekretaris

KNPI Sulsel Bung Nasruddin Upel, sejumlah Pengurus KNPI Makassar, organisasi kemahasiswaan dan anggota LBH Pemuda KNPI Sulsel.

Keduanya menilai dalam meneropong arah putusan Mahkamah Konstitusi tentang Uji Materiil Undang-undang Pilkada (Gugatan Politik Dinasti) memiliki kecenderungan diterima dengan adanya sejumlah indikasi.

Selain tokoh KNPI dan akademisi asal Unhas, juga turut hadir Guru Besar Universitas Bosowa 45 Prof Dr Marwan Mas,SH,MH.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026