Wagub Minta BNN bongkar pemasok narkoba internasional

id wagub sulsel, bnn, narkoba

Wagub Minta BNN bongkar pemasok narkoba internasional

Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang (kedua kiri) rakor Monev tentang Sinergitas BNN dengan Instansi Pemerintah dan Komponen Masyarakat di Makassar, Kamis (4/6). (FOTO/Pemprov Sulsel)

"Ada empat jaringan narkoba internasional yang menjadi pemasok utama ke Indonesia yaitu Afrika Barat...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu`mang minta Badan Narkotika Nasional (BNN) memprioritaskan untuk membongkar pemasok narkoba internasional yang menjadi pemasok utama ke Indonesia.

"Ada empat jaringan narkoba internasional yang menjadi pemasok utama ke Indonesia yaitu Afrika Barat, jaringan Iran, jaringan Cina dan Taiwan serta Jaringan Malaysia. Saya berharap di tahun 2015 ini, BNN dapat memperioritaskan ke-empat negara tersebut untuk dapat dibongkar hingga ke dasar dasarnya," kata Agus ketika membuka Rapat Koordinasi Monev tentang Sinergitas BNN dengan Instansi Pemerintah dan Komponen Masyarakat di Makassar, Kamis.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub menyatakan rasa khawatirannya terhadap pengguna Narkoba di Sulsel, karena pengguna obat terlarang tersebut sudah merasuki setiap lintas generasi bangsa.

Menurutnya, hal ini dapat dilihat dari indikasi semakin meningkatnya kasus penyalahgunaan narkoba setiap tahun.

Dia juga menegaskan bahwa berdasarkan fakta yang ada, Indonesia tidak lagi sebagai wilayah transit peredaran narkoba dunia, akan tetapi Indonesia telah menjadi produsen sekaligus konsumen narkoba.

Sementara itu, Direktur Kerja Sama BNN Brigjen Pol.Agung Sabar Santoso dalam press releasenya menjelaskan bahwa Sulsel telah memasuki tanda awas darurat penyalahgunaan Narkoba.

Hal ini, menurutnya, didasarkan pada angka terakhir yang didata BNN bersama Universitas Hasanuddin, pengguna narkoba telah mencapai 125.643 jiwa atau menempati urutan ke 13 di Indonesia, dan kondisi ini diprediksi jumlah tersebut meningkat di tahun 2015.

Menurut Agung status darurat narkoba di Sulsel ini tidak hanya menuntut pemerintah untuk memberikan hukuman yang tegas kepada para pengedar dan bandar narkoba, tetapi juga menuntut upaya penanganan yang lebih serius dari pemerintah bagi para penyalahgunanya.

Agung menambahkan bahwa rehabilitasi merupakan langkah jitu dalam upaya menekan angka prevalensi penyalahguna narkoba.

"Gerakan rehabilitasi 100.000 penyalah guna narkoba dicanangkan BNN sebagai solusi bagi para penyalah guna narkoba, karena melalaui gerakan ini diharapkan dapat meyembuhkan dan memulihkan mereka dari ketergantungan, sehingga dapat kembali sehat serta bersosialisasi dengan baik di lingkungan masyarakat dan tidak lagi dijadikan sasaran para sindikat narkoba," katanya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar