PLN gunakan pembangkit listrik dari atas kapal

id pln maluku, pembangkit listrik

"Kalau saya tidak perlu menunggu proses pembangunan lanjutan PLTU Waai...
Ambon (ANTARA Sulsel) - PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara akan mengembangkan pembangkit listrik yang dilepas dari atas kapal laut berkekuatan 60 megawatt (MW) menggunakan bahan bakar minyak serta gas.

"Kalau saya tidak perlu menunggu proses pembangunan lanjutan PLTU Waai, namun mencari pembangkit lain yang bisa cepat masuk dengan nama diesel marine yang sekarang sementara ditenderkan dan nanti ditaruh di kapal," kata Manejer Umum PT PLN setempat, Ikhsan Asaad di Ambon, Selasa.

Penjelasan Ikhsan disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi B DPRD Maluku yang dipimpin Reinhard Toumahuw untuk membahas rasio elektrifikasi di provinsi ini.

Menurut dia, semua mesin pembangkit berada di atas kapal dengan kekuatan 60 MW, kemudian kapalnya berlabuh di tepi pantai Desa Waai, Kecamatan Salahutu (Pulau Ambon) Kabupaten Maluku Tengah dan dipastikan tahun 2016 sudah beroperasi.

Daerah Maluku dan Malut ini banyak pulaunya tapi tidak punya minyak dan gas maka harus didatangkan dari luar daerah seperti Kalimantan dan Sulawesi

"Tetapi untuk yang 2016 nanti, kita sudah punya kontrak dengan Bintuni (Papua) untuk pengadaan gasnya, sedangkan untuk kapalnya sendiri akan ditenderkan oleh PLN," katanya.

Nilai investasi dari proyek ini juga jauh lebih murah dari PLTU Waai yang proses pembangunannya sudah empat tahun tersendat.

Kemudian untuk proyek pembangunan PLTU Waai tetap dijalankan, hanya saja butuh kehati-hatian dalam melanjutkan proyek ini. "Artinya kalau mau diputus kontraknya tetapi siapa yang melanjutkan," katanya.

"Namun PLN akan melanjutkannya, tetapi kalau menurut saya biarlah diselesaikan oleh pihak yang menangani proyek tersebut karena kita di sini hanyalah wilayah," kata Ikhsan.

Sebenarnya, PLN punya beberapa unit proyek kelistrikan untuk membangun PLTU Waai. "Sekarang mandeg dan memang ditunggu dari empat tahun lalu tetapi sampai saat ini tidak tuntas," katanya.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar