
Pemkab - Kerukunan Keluarga Wajo gelar halal bi halal

"Saat ini, pembangunan Bendungan Paselloreng yang sempat mandek kini mulai dikerja. Selain itu, Wakil Presiden JK dalam kunjungan kerjanya di Wajo baru-baru ini juga sudah menyetujui revitalisasi Danau Tempe serta pembangunan irigasi pompa Bulu Cepo
Wajo, (Antara Sulsel) - Pemerintah Kabupaten Wajo bekerjasama dengan Kerukunan Keluarga Wajo (KKW) dan Forum Keluarga Yassiwajori menggelar halal bi halal dan sarasehan tingkat nasional di Gedung Assa'adah Sengkang, Sabtu (25/7).
Sarasehan tingkat nasional tersebut dihadiri sejumlah perwakilan Kerukunan Keluarga Wajo dari berbagai daerah, jajaran Muspida Kabupaten Wajo, kepala SKPD, badan dan kantor, camat serta tokoh agama dan tokoh pemuda Wajo.
Ketua panitia yang juga Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Wajo, M Yusuf A Baharuddin, mengatakan sarasehan tersebut dimaksudkan sebagai wadah silaturahmi bagi para perantau Wajo yang bermukim di luar daerah sekaligus menjadi ajang urung rembuk dalam rangka berpartisipasi dalam pembangunan di Wajo.
"Halal bi halal ini ini diikuti sedikitnya 1.002 peserta yang diikuti para anggota KKW dari berbagai daerah yang dimaksudkan sebagai wadah silaturahmi bagi para perantau Wajo. Selain itu, melalui sarasehan ini diharapkan KKW nantinya bisa turut berpartisipasi dalam pembangunan di Wajo," kata Yusuf.
Sementara Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru di hadapan para perwakilan KKW mengatakan Pemkab Wajo selama lima tahun terakhir memprioritaskan pembangunan di bidang pertanian. Termasuk menggenjot pembangunan infrastruktur di bidang pertanian.
"Saat ini, pembangunan Bendungan Paselloreng yang sempat mandek kini mulai dikerja. Selain itu, Wakil Presiden JK dalam kunjungan kerjanya di Wajo baru-baru ini juga sudah menyetujui revitalisasi Danau Tempe serta pembangunan irigasi pompa Bulu Cepo untuk mengairi sawah tadah hujan di empat kecamatan," kata Burhanuddin.
Menurutnya, ide pembangunan Bendungan Paselloreng sudah diajukan pada masa pemerintahan SBY - JK. Hanya saja, kata dia, baru bisa terealisasi tahun ini dan ditarget selesai selama lima tahun.
Sebelumnya, dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Wajo, Wakil Presiden JK menjanjikan anggaran untuk revitalisasi Danau Tempe yang bersumber dari dana APBN sebesar Rp 2,7 triliun dan akan diberikan secara bertahap dalam tiga tahun.
Revitalisasi tersebut termasuk pengerukan sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan Danau Tempe yang nantinya menjadi bahan pembuatan pulau untuk lahan pertanian jagung.
Pelaksanaan sarasehan dan halal bi halal yang berlangsung dua hari tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Wajo serta dialog dengan menghadirkan narasumber A Mukhlis Paeni (Ketua Umum Masyarakat Sejarah Indonesia) dan Pakar Hukum Tata Negara Universitas Hasanuddin Prof Aminuddin Ilmar.
Sarasehan ini dihadiri perwakilan KKW dari berbagai daerah, di antaranya Andi Firman (Ketua DPRD Bombana), H Jaenal Mappe (pengusaha asal Wajo yang bermukim di Gorontalo), Alifuddin Djamal (anggota DPRD Gorontalo) serta perwakilan KKW dari Jakarta, Kalimantan, Riau dan Palembang. (S Pallawalino).
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
