Logo Header Antaranews Makassar

Senator Sulsel bagikan bendera Merah Putih

Kamis, 6 Agustus 2015 22:32 WIB
Image Print
Ajiep Padindang (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
"Kegiatan ini akan bersifat rutin, semua yang sudah mendonorkan darahnya diberikan bendera merah putih...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dr Ajiep Padindang membagikan bendera merah putih kepada puluhan warga usai mendonorkan darahnya di Seketariat DPD Sulawesi Selatan.

"Kegiatan ini akan bersifat rutin, semua yang sudah mendonorkan darahnya diberikan bendera merah putih sebagai bentuk nasionalisme mencintai negara," kata Ajiep di Makassar, Kamis.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan rangkaian menyambut hari kemerdekaan 17 Agustus 2015 kini Indonesia berusia 70 tahun.

"Setetes darah disumbangkan di hari kemerdekaan ini adalah sebuah perjuangan untuk menolong sesama yang membutuhkan" sebutnya usai mendonorkan darahnya didampingi istri ke petugas Palang Merah Indonesia Makassar.

Mantan Legislator DPRD Sulsel ini menuturkan bila dulu para pejuang berkorban hingga titik darah penghabisan untuk memperjuangkan kemerdekaan, maka saat ini mari berjuang memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan darah.

"Hampir semua rumah sakit di Makassar kekurangan stok darah. Inilah saatnya aksi nyata dengan berdonor darah, target saya hari ini 25 kantong namun yang tercapai hanya 24, tetapi kami tetap bersyukur bisa membantu orang," katanya.

Mengenai dengan pemberian bendera merah putih tersebut, lanjut dia, merupakan simbol kemerdekaan yang patut dipertahankan sehingga jiwa patriotik dan nasionalisme tetap terjaga.

"Saya berharap ini menjadi langkah awal untuk menggerakkan masyarakat untuk dapat berbuat yang berarti bagi kehidupannya, paling tidak sekantong darah bisa menjadi alat perjuangan bagi dirinya dan orang lain yang membutuhkan," tambahnya.

Pada kesempatan itu dialog arti kemerdekaan juga digelar sebagai rangkaian acara donor darah dan pembagian bendera kepada masyarakat ditempat tersebut jalan topaz ruko zamrud makasar.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026