Logo Header Antaranews Makassar

Lutim dorong warga jadi WPA tekan AIDS

Rabu, 16 September 2015 20:38 WIB
Image Print
"Kegiatan orientasi ini bertujuan agar masyarakat lebih berperan aktif dalam upaya pencegahan...

Luwu Timur, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan mengelar orientasi sekaligus mendorong Warga Peduli HIV dan AIDS (WPA) guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam meminimalisir serta menghindari terjangkit penyakit mematikan itu.

"Kegiatan orientasi ini bertujuan agar masyarakat lebih berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan masalah HIV dan AIDS di Kabupaten Luwu Timur," jelas Sekretaris KPA Luwu Timur Andi Tulleng dalam keterangan persnya di Luwu Timur, Rabu.

Kegiatan Orientasi WPA yang dipusatkan di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur itu melibatkan 63 orang peserta yang terdiri dari perwakilan keagamaan sebanyak 12 orang, perwakilan orgaisasi sebanyak 17 orang, tokoh masyarakat 22 orang dan perwakilan dari kecamatan sebanyak 11 orang.

Kegiatan ini juga menghadirkan KPA provinsi Sulsel, KPA Kabupaten Luwu Timur dan Pokja VCT RS INCO PT Vale Indonesia sebagai fasilitator dan narasumber dengan materi yang disampaikan yakni strategi menghadapi masyarakat dalam mensosialisasikan gerakan penanggulangan HIV AIDS.

Pembukaan Orientasi WPA ditandai dengan pemasangan pin kepada perwakilan peserta oleh Asisten Pemerintahan Syahidin Halun disaksikan Ketua DPRD Kabupaten Luwu Timur Amran Syam dan Sekretaris KPA Provinsi Sulawesi Selatan Saleh Rajab.

Kegiatan ini juga sekaligus sebagai respon KPA Kabupaten Luwu Timur atas peningkatan penderita penyakit HIV/AIDS di daerah itu pada setiap tahunnya.

"Kita memang lebih gencar melakukan upaya pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Luwu Timur. Salah satu upaya kita yakni dengan menggelar Orientasi Warga Peduli HIV dan AIDS (WPA)," katanya.

Sementara Asisten Pemerintahan Setdakab Luwu Timur, Syahidin Halun saat membuka Kegiatan tersebut mengatakan Orientasi WPA ini menitikberatkan pada keterlibatan masyarakat untuk pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS sesuai dengan proporsi yang dimiliki.

Dalam upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS, menurut dia, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Butuh kemintraan yang baik antara pemerintah, swasta dan masyarakat serta peran media sangat diperlukan untuk bersama sama dalam mewujudkan pelaksanaan program ini.

"Upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS ini akan berhasil bila semua komponen bersatu dalam upaya penanggulangannya," Ujarnya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026