Logo Header Antaranews Makassar

Pendaftar lelang kepsek yang lolos verifikasi 470

Jumat, 16 Oktober 2015 20:33 WIB
Image Print
"Proses verifikasi berkas telah diselesaikan dan yang memenuhi persyaratan...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Tim Seleksi Komite Pendidikan Makassar yang melakukan proses verifikasi terhadap lebih dari 1.000 berkas calon kepala sekolah telah selesai dan kurang dari setengah pendaftar dinyatakan lolos verifikasi atau hanya sekitar 470 orang.

"Proses verifikasi berkas telah diselesaikan dan yang memenuhi persyaratan itu kurang dari setengah yang melamar," ujar Sekretaris Pendidikan dan Budaya Makassar Aryati Puspasari di Makassar, Jumat.

Dia mengatakan, proses lelang jabatan yang sejak dibuka pada Senin, 12 Oktober ini dipusatkan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 13 Makassar.

Jumlah pelamar selama pembukaan mencapai angka 1.000 berkas dengan jabatan kepala sekolah yang dilelang untuk tingkatan Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Ariati yang juga anggota Timsel Komite Pendidikan itu mengaku jika dari jumlah 470 orang itu terdiri dari 320 orang calon kepala sekolah dasar, dan 99 calon kepala sekolah menengah pertama.

Kemudian sebanyak 31 calon kepala sekolah menengah atas juga dinyatakan lolos serta 20 orang jabatan kepala sekolah tingkat kejuruan atau SMK memenuhi persyaratan.

"Para guru yang lolos memenuhi syarat yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Di mana salah satu yang harus dipenuhi seperti umur maksimal 56 tahun bagi guru yang kali pertama akan menjadi kepsek," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar Mudzakkir Ali Djami mengatakan lelang jabatan kepala sekolah merupakan terobosan pemerintah kota untuk memperbaiki kualitas pendidikan murid dan siswa.

Terobosan itu, lanjut Legislator Fraksi Keadilan Sejahtera (PKS) akan menjadi angan-angan jika tidak ditindak lanjuti dengan mekanisme lelang yang jujur dan transparan.

"Makanya kita tekankan sejak awal agar panitia dan semua yang terlibat di dalamnya bisa memilih secara objektif," ujarnya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026