
Polisi kehutanan magang pelatihan ganda di Lutim

"Jumlah peserta magang yang akan melaksanakan kegiatan Latihan Berganda dan praktek lapangan ...
Luwu Timur, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 42 Polisi Kehutanan Angkatan XXXV tahun 2015 binaan Balai Diklat Kehutanan (BDK) Makassar diberi kesempatan magang Pelatihan Berganda (Latganda) dan praktek lapangan di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
"Jumlah peserta magang yang akan melaksanakan kegiatan Latihan Berganda dan praktek lapangan di Kabupaten Luwu Timur ini sebanyak 42 orang dengan jangka waktu kurang lebih 10 hari," kata Rudiyanto mewakili Kepala Balai Diklat Kehutanan Makassar di Luwu Timur, Senin.
Rombongan peserta yang didampingi lima Pembina dari BDK dan Polda Sulselbar ini diterima Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan Luwu Timur, Budiman.
Dalam acara penyambutan dan penerimaan peserta magang di Aula BP4K Kabupaten Luwu Timur, juga dihadiri Sekretaris Kehutanan Basruddin, Kepala BP4K, Nursih Hariani serta Camat Towuti Aswan Azis.
Menurut Rudiyanto pelaksanaan Latganda dan praktek lapangan tersebut merupakan bentuk aktualisasi jati diri dan tugas sebagai polisi kehutanan dalam melindungi dan mengamankan hutan agar tetap terjaga kelestariannya.
Latganda dan praktek ini, menurut dia, merupakan wujud aplikasi dari materi yang telah didapat oleh para peserta diklat selama dua bulan baik itu materi Kepolisian maupun materi Kehutanan.
"Melalui latganda dan praktek lapangan ini diharapkan akan menjadi bekal sebelum bertugas sebagai polisi kehutanan yang sesungguhnya" jelasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan Luwu Timur, Budiman saat menyampaikan sambutan penerimaan menjelaskan tentang keadaan hutan Luwu Timur khususnya isu-isu yang tengah berkembang seputar hutan seperti kebakaran hutan, ilegal logging, serta arah dan kebijakan dalam menanggulangi perambahan hutan.
Melihat persoalan yang terjadi maka pihaknya berharap dengan kunjungan sejumlah Polisi Kehutanan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat seperti mengedukasi masyarakat agar tidak mengelola hutan secara serampangan.
"Meskipun waktunya cukup singkat saya berharap kedatangan rombongan peserta pelatihan ini dapat memberikan dampak baik kepada masyarakat utamanya menanggulangi masalah kebakaran hutan yang cukup meresahkan," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa selama praktek lapangan selama 10 hari ke depan, peserta akan di tempatkan di lokasi kawasan hutan di Kecamatan Towuti dengan didampingi anggota Polhut yang ada di Dinas Kehutanan dan KPHL yang telah berpengalaman dan menguasai lokasi ini dengan baik.
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
