Aktivitas penerbangan Mamuju tertunda akibat kabut asap

id asap, aktivitas penerbangan, bandara tampapadang mamuju

"Memang benar aktivitas penerbangan semenjak Selasa, (21/10)...
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Aktivitas penerbangan di Bandara Tampapadang, Kabupaten Mamuju, ibukota Provinsi Sulawesi Barat, tertunda akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.

"Memang benar aktivitas penerbangan semenjak Selasa, (21/10), di Bandara Tampapadang Mamuju terpaksa ditunda. Ini akibat kepulan asap sangat membahayakan keselamatan penerbangan," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sulbar, Khaeruddin Anas di Mamuju, Rabu.

Menurutnya, musim kemarau panjang ini mengakibatkan sejumlah daerah di Sulbar mengalami kebakaran hutan, termasuk di daerah Mamuju Tengah, Polewali Mandar dan beberapa kabupaten lainnya.

Berdasarkan informasi resmi BMKG, kata dia, di Sulbar terdapat 57 titik api yang menyebar di Kabupaten Mamasa, Polewali Mandar, Mamuju dan Mamuju Tengah.

"Imbas kebakaran hutan yang melanda sejumlah daerah di Sulbar telah berdampak buruk terhadap aktivitas penerbangan. Ini merupakan ancama serius yang harus segera disikapi," kata Khaeruddin Anas.

Kheruddin mengatakan, jadwal penerbangan maskapai Garuda Indonesia yang sedianya berangkat dari Bandara Internasional Hasanuddin Makassar menuju Mamuju terpaksa ditunda.

Ia mengatakan selama kabut asap menyelimuti wilayah Mamuju dan sekitarnya maka jelas akan berdampak pada jadwal penerbangan tidak tepat waktu.

"Normalnya jarak pandang pilot itu sekitar 5.000 meter untuk penerbangan yang aman. Namun sekarang ini jarak pandang hanya 2.500 meter sehingga berbahaya bagi dunia penerbangan," jelasnya.

Khaeruddin mengingatkan, agar semua pihak tetap melakukan langkah antisipasi untuk meredam kabut asap yang kian "menggila".

"Kasus kebakaran hutan ini sudah menjadi isu nasional termasuk di Sulbar. Semua pihak harus turun tangan untuk magatasi kepulan asap yang kian mengganggu aktivitas masyarakat," kata Khaeruddin.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar