
Kader PDIP tiga provinsi berdatangan ke Makassar

"Peserta yang umumnya adalah kader PDIP itu sudah mulai berdatangan sejak sore...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dari tiga provinsi di Sulawesi mulai berdatangan ke Makassar untuk mengikuti pelatihan dan pematangan saksi.
"Peserta yang umumnya adalah kader PDIP itu sudah mulai berdatangan sejak sore hingga malam ini," ujar Wakil Sekretaris DPD PDIP Sulawesi Selatan Nikolaus Beny di Makassar, Jumat.
Kader PDIP yang mulai berdatangan itu berasal dari tiga provinsi yakni dari Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulawesi Barat (Sulbar) dan 11 kabupaten di Sulsel.
Untuk di Sulbar, sebanyak empat daerah akan menggelar pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember 2015, yakni Kabupaten Majene, Mamuju, Mamuju Tengah dan Mamuju Utara.
Sedangkan di Sultra ada tujuh daerah yang dipastikan ikut berkompetisi dalam pemilihan kepala daerah tahun ini yakni Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Konawe Utara, Kolaka Timur, Muna, Buton Utara dan Wakatobi.
Di Sulsel ada 11 yang menggelar pilkada antara lain ; Kabupaten Maros, Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Barru, Luwu Timur (Lutim), Luwu Utara (Lutra), Tana Toraja, Toraja Utara (Torut), Gowa, Soppeng, Bulukumba dan Kabupaten Kepulauan Selayar.
"Pelatihan saksi yang akan kita gelar ini akan berlangsung selama dua hari dan langsung dibawakan oleh pengurus DPP," katanya.
Beberapa pengurus DPP PDIP yang akan hadir pada 24-26 Oktober itu antara lain Ketua DPP Prof Hamka Haq, Bambang Dwi Hartono dan Utut Adianto.
Niko mengemukakan, pelatihan saksi akan diikuti tiga Provinsi yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara. Khusus di Sulsel ada 11 pengurus DPC akan hadir sesuai dengan jumlah pilkada serentak.
"Pelatihan saksi ini bukan hanya untuk Pilkada. Tapi dipersiapkan dalam setiap momen politik. Tapi diprioritaskan untuk yang terdekat ini, momentum pilkada," katanya.
Saksi yang dibentuk oleh partainya, kata Niko, bersifat permanen sehingga jasa mereka akan terpakai terus. Tujuan dari pembentukan saksi, tidak lain sebagai bentuk starategi partai dalam menghadapi momen politik.
"Syarat sebagai saksi harus dari internal partai," katanya.
Ketua Badan Pelatihan Saksi Daerah Riswayanti Rahim menambahkan untuk di Sulawesi Selatan jumlah saksi yang dipersiapkan sesuai jumlah tempat pemungutan suara. Untuk di 11 Kabupaten yang menggelar pilkada sekitar 6.192 TPS.
"Bentuk pelatihannya berupa simulasi pemilihan dan bagaimana cara melakukan perhitungan suara," katanya.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
