
Makassar masuk nominasi penerima adipura

"Alhamdulillah, kita masuk kategori kota yang dinominasikan sebagai penerima...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyebut Makassar masuk nominasi penilaian Adipura dari 10 Kota yang direkomendasikan menerima piala Adipura 2014-2015.
"Alhamdulillah, kita masuk kategori kota yang dinominasikan sebagai penerima anugerah adipura. Tentunya ini prestasi yang luar biasa yang telah dicapai masyarakat bersama kita semua," kata Ramdhan kepada wartawan di Makassar, Sabtu.
Menurut dia pihaknya saat ini mempersiapkan diri melakukan presentasi dalam rangka pelaksanaan program tersebut. Sejumlah bahan dan barang pendukung yang dibutuhkan dikumpulkan seperti kantong sampah tukar beras, foto dokumentasi serta lainnya.
Selain akan memprestasikan sejumlah hal dalam ekspektasi dan upaya menciptakan makassar bersih, dirinya juga akan di wawancarai Dewan Pertimbangan Adipura, Ahli Persampahan serta Ahli Pemasaran Kementerian terkait.
Nominasi itu berdasarkan surat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Pengolahan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) nomor: S.2414/PSLB3-PS/2015 per 29 Oktober.
Presentasi Adipura terkaiit nominasi Wali Kota Penerima Adipura ini dilaksanakan pada 4 November di Hotel Aryaduta Tugu Tani, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, Pemkot Makassar melalui Danny Pomanto selaku Wali Kota telah menjalankan program Makassar Tidak Rantasa (kotor) dilakukan secara massif dan maksimal dengan menberdayakan seluruh aparat Kelurahan dan Kecamatan Kota Makassar.
Selain itu Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota juga diinstruksikan agar terus memantau tim yang bekerja di lapangan untuk segera mengangkut sampah melalui armada dinamai truk `Tangkasaki` dalam bahasa indonesia pembersihan.
Bahkan sampah dianggap selama ini tidak berguna, pihaknya kemudian membentuk bank sampah untuk menciptakan nilai ekonomis, selain bisa diganti dengan uang, sampah juga bisa ditukar dengan beras. Program ini mulai berjalan sejak 2014.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
