Logo Header Antaranews Makassar

Pangdam VII Wirabuana tawarkan patroli bersama Polda

Jumat, 6 November 2015 15:33 WIB
Image Print
Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti diarak sejumlah prajurit TNI AD usai sertijab di Makodam VII/Wirabuana, Makassar Selasa (2/11). (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)
"Pada kunjungan kerja pertama Pangdam ke Mapolda Sulselbar setelah dilantik beberapa hari lalu itu...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Panglima Kodam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti menawarkan patroli bersama dengan aparat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat beserta jajaran demi meningkatkan sinergitas aparat TNI-Polri.

"Pada kunjungan kerja pertama Pangdam ke Mapolda Sulselbar setelah dilantik beberapa hari lalu itu menawarkan beberapa program bersama dengan Polda agar tercipta sinergitas antara TNI dan Polri," ujar Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Frans Barung Mangera di Makassar, Jumat.

Dia mengatakan sinergitas antara TNI dan Polri adalah suatu keharusan sehingga ke depannya akan tercipta suatu keharmonisan dan memangkas ego para anggota.

Mayjen TNI Agus Surya Bakti mengakui sejumlah rentetan kasus perselisihan antara TNI dan Polri terjadi di beberapa daerah dan sering terulang hanya karena kesalahpahaman saja.

Suami dari artis Bella Saphira itu ingin menghentikan semua bentuk-bentuk kesalahpahaman yang berimbas kepada percekcokan dan perkelahian antar anggota.

"Pangdam menyampaikan beberapa masukan-masukan yang positif dan langsung disetujui oleh pak Kapolda. Ini demi kebaikan dan terjalinnya sinergitas antara TNI dan Polri," kata Frans.

Beberapa patroli bersama yang akan dilaksanakan antara lain, patroli Garnisun serta apel bersama di mana setiap pimpinan baik dari TNI maupun Polri akan mengambil apel secara bergantian.

Bukan cuma itu, mantan Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) itu juga meminta bantuan media dalam menjaga kondusifitas daerah.

Pangdam mencontohkan, konflik atau perkelahian antaranggota TNI dan Polri itu adalah perkelahian individu dan bukannya konflik antara kesatuan ataupun institusi.

"Jadi teman-teman media itu sangat berperan dalam pencitraan. Besar dan kecilnya suatu masalah tergantung teman-teman media, kalau diberitakan berlebihan pastilah masalah kecil akan tambah besar lagi," jelas Panglima yang dituturkan Frans Barung Mangera.

Sementara itu, Kapolda Sulselbar Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar yang menerima kunjungan Pangdam beserta para pejabat utamanya itu langsung merespon rencana positif tersebut.

Bahkan Kapolda mengaku jika beberapa daerah di Sulsel sudah merespon itu dengan menggelar patroli bersama serta apel bergiliran yang dilakukan di Kodim maupun Polres.

"Sudah ada beberapa anggota di bawah yang melakukan itu dan saya rasa ini sangat bagus supaya ditingkatkan. Semoga semua daerah melakukan itu," katanya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026