Dua Petahana Toraja tertinggal hasil rekap KPU

id pilkada serentak toraja, kpu sulawesi selatan

"Semua form C1 itu di scanner di daerah kemudian dikirim ke KPU Sulsel dan KPU Pusat...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Dua pasangan calon bupati dan wakil bupati di kabupaten Tana Toraja dan  Toraja Utara yang juga petahana masih tertinggal dari pesaingnya berdasarkan data hasil rekap atau "real count" sementara oleh Komisi Pemilihan Umum.

"Semua form C1 itu di scanner di daerah kemudian dikirim ke KPU Sulsel dan KPU Pusat. Semuanya terkoneksi langsung dengan sistem," ujar Ketua KPU Sulawesi Selatan Muh lqbal Latief di Makassar, Jumat.

Berdasarkan pantauan di laman resmi milik KPU, data form C1 sebagai berita acara pemungutan dan penghitungan suara dari setiap tempat pemungutan suara (TPS) yang masuk sudah hampir 100 persen.

Di Kabupaten Tana Toraja yang diikuti oleh tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati itu antara lain, nomor urut 1 untuk pasangan Zadrak Tombeq-Cristine Jeane Tandirerung memperoleh 30178 suara (25,04 persen).

Pasangan urut 2, Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara memperoleh 50.462 Suara (41,88 persen), sedangkan pasangan nomor urut 3, yang uga berstatus petahana Theofilus Allorerung-Yohanis Lintin Paembongan dengan perolehan suara 39.855 atau sekitar 33,08 persen.

Pada pemantauan web KPU-RI itu, data yang masuk sudah 98,49 persen atau sekitar 522 dari 530 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di Tana Toraja.

Sementara di Kabupaten Toraja Utara, Pilkada kali ini hanya diikuti oleh dua pasangan calon saja yakni petahana Frederik Batti Sorring berpasangan dengan Frederik Buntang Rombelayuk. Pasangan ini hanya memperoleh 58.853 suara 46,04 persen.

Adapun penantangnya yakni Kalatiku Paembonan berpasangan dengan Yosia Rinto Kadang. Pasangan ini berhasil mengumpulkan suara sebanyak 68.980 suara atau sekitar 53,96 persen.

Khusus untuk di Kabupaten Toraja Utara ini, data resmi yang masuk ke web KPU-RI itu sudah 97,33 persen atau sekitar 510 dari 524 TPS yang tersebar.

"Rekapitulasi suara berdasarkan formulir Model C1 yang telah ditetapkan oleh KPPS, bersifat sementara dan bukan hasil final. Kesalahan yang terdapat pada formulir Model C1 diperbaiki pada rekapitulasi di tingkat atasnya," jelas Muh Iqbal Latief.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar