
KPA imbau waspadai penipuan berkedok sumbangan ARV

"Sehingga jika ada yang meminta-minta uang di jalan dengan selembar kertas...
Jayapura (ANTARA Sulsel) - Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Provinsi Papua mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap penipuan yang berkedok meminta sumbangan untuk pembelian ARV (Antiretroviral ).
Antiretroviral adalah sebuah pengobatan yang dapat menghentikan reproduksi HIV didalam tubuh, kata Sekretaris KPA Provinsi Papua Constant Karma, di Jayapura, Senin.
Ia mengatakan, ARV masih dibagikan secara gratis oleh pemerintah kepada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
"Sehingga jika ada yang meminta-minta uang di jalan dengan selembar kertas dan mengatasnamakan pembelian untuk ARV, berarti tidak benar," katanya.
Menurut Karma, ODHA juga masih memiliki harga diri sehingga tidak mungkin meminta-minta uang di jalan.
"ARV sendiri merupakan obat yang mahal untuk ODHA sehingga pemerintah masih memberikan subsidi hingga menjadikannya gratis bagi penderita HIV/AIDS," ujarnya.
Dia menuturkan, masyarakat diharapkan tidak juga mudah memberikan uang atas dasar iba untuk kondisi yang ditunjukkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab ini.
"HIV/AIDS hingga kini belum dapat disembuhkan, sehingga ARV ini merupakan salah satu obat yang dapat memperpanjang hidup seorang ODHA," katanya lagi.
Dia menambahkan, pihaknya juga berharap agar ODHA rutin untuk terus meminum ARV karena obat ini dapat meningkatkan antibodi seseorang yang terinfeksi HIV/AIDS.
Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
