
Menhub Resmikan ATCS Top Sky Bandara Hasanuddin

"Peningkatan frekuensi penerbangan ini tentu harus diiringi...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meresmikan Air Traffic Control System (ATSC) Top Sky di kantor Makassar Air Traffick Service Center (MATSC) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.
Sistem ATS tersebut menurut Jonan, sistem baru keluaran Thales mengantikan sistem sebelumnya yakni Euract -X yang juga berasal dari prinsipal sama. Penggunaan sistem ini dapat membantu pihak pengatur penerbangan dalam hal navigasi.
Ia menyatakan dunia penerbangan termasuk di Indonesia mengalami pertumbuhan sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Tentunya ini membuta frekuensi penerbangan dan penumpang angkutan udara bertambah.
"Peningkatan frekuensi penerbangan ini tentu harus diiringi dengan peningkatan layanan navigasi penerbangan. Ini penting untuk memastikan tingkat keamanan dan keselamatan penerbangan tetap terjaga," paparnya.
Selain itu di sektor penerbangan, lanjut Menhub, pemerintah mendorong pelaku industri penerbangan memenuhi ketentuan ICAO sebagai organisasi penerbangan sipil dunia.
Diketahui ICAO merupakan badan atau organisasi internasional PBB yang menangani penerbangan sipil yang mengatur bidang-bidang teknis operasional.
"Kita apresisasi sistem Top Sky ini yang sudah mendukung format baru `flight plan` sesuai ketentuan ICAO," katanya.
Sedangkan Direktur Utama AirNav Indonesia atau perusahaan Umum Lembaga Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNI) Bambang Tjahjono pada kesempatan itu menyatakan, sistem Top Sky ini telah digunakan MATSC sejak 21 desember 2015.
"Sistem ini sudah digunakan akhir tahun lalu dan hasilnya positif. Karena itu sekarang di resmikan," ujar Bambang.
Ia menambahkan sistem Eurocat-X sudah digunakan MATSC sejak 2005. Dan pada 2009 sistem ini di upgrade untuk pertama kalinya, sehingga bisa melayani ADSB. Sedang di akhir tahun 2015 sistem ini kembali di upgrade dari Eurocat-X menjadi Top Sky.
"Penggunaaan sistem ini merupakan bagian dari upaya AirNav Indonesia untuk dapat meningkatkan layanan kepada penguna jasa navigasi penerbangan. Dengan sistem Top Sky ini sama dengan digunakan oleh negara-negara tetangga seperti Australia, Singapura, India, Thailand, Brunei dan Filipina, " tambahnya.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
