Logo Header Antaranews Makassar

KAHMI Makassar Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

Kamis, 4 Februari 2016 16:23 WIB
Image Print
Dokter ahli bedah melakukan operasi bibir sumbing di Rumah Sakit Umum Wisata Universitas Indonesia Timur (UIT), Makassar, Kamis (4/2). (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
"Untuk pasein yang terdata menjalani operasi berjumlah 13 orang, namun yang datang hanya 11 orang pasien dinyatakan siap operasi," sebut tenaga kesehatan sekaligus dokter perempuan di rumkit setempat ini.

Makassar, (Antara) - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam atau KAHMI Cabang Makassar melaksanakan operasi bibir sumbing sebagai sebagai salah satu kegiatan dalam rangkaian Milad ke-69 HMI.

"Kegiatan ini bagian dari Bakti Sosial kepada masyakat kurang mampu dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada mereka," kata pengurus KAHMI Makassar dr Hidayat di Rumah Sakit Umum Wisata Universitas Indonesia Timur (UIT), Kamis.

Ia menyebutkan bakti sosial berupa operasi bibir sumbing secara gratis tersebut berlangsung dua hari 4-5 Februari 2016 bekerja sama dengan pihak RSUW UIT, Celebes Cleft Center (CCC), dan Fakultas Gigi Universitas Hasanuddin.

"Untuk pasein yang terdata menjalani operasi berjumlah 13 orang, namun yang datang hanya 11 orang pasien dinyatakan siap operasi," sebut tenaga kesehatan sekaligus dokter perempuan di rumkit setempat ini.

Menurutnya operasi sumbing gratis tersebut melibatkan sejumlah dokter ahli bedah serta dokter gigi termasuk relawan kesehatan ikut ambil bagian dalam kegiatan sosial itu.

Dari 13 orang yang sudah didata, kata dia, semuanya sudah diketahui merupakan keluarga tidak mampu setelah dilakukan survei tempat tinggal dan berdomisilinya.

"Semua pasein yang menjalani operasi sudah didata, baik itu anak-anak, remaja dan orang dewasa adalah keluarga miskin. Operasi bibir sumbing ini memakan waktu hingga dua jam, selanjutnya akan dirawat selama 2-3 hari,"katanya.

Diketahui satu kali operasi bibir sumbing untuk memperbaiki kembali struktur bibir yang nyaris sempurna dibutuhkan biaya hingga Rp10 juta rupiah belum termasuk perawatan dan obat-obatan.

"Dengan kegiatan ini kami bersyukur serta berupaya membantu masyarakat kurang mampu, meski teman-teman terus mengupayakan mendapatkan dana tambahan biaya operasional tim dokter termasuk obat-obatnya," tambahnya.




Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026