Logo Header Antaranews Makassar

Menteri Pariwisata : SBM STAAP untuk memudahkan akses

Jumat, 19 Februari 2016 20:55 WIB
Image Print
Menteri Pariwisata, Arief Yahya (kanan), Direktur Akpar Makassar, Komang Mahawira (kedua kanan) menerima formulir pendaftaran secara simbolis dari siswi SMA saat peluncuran program SBM STAAP di Makassar, Jumat(19/2). (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)
SBM STAAP bisa memilih satu perguruan tinggi di manapun dan untuk tesnya bisa di manapun...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, peluncuran Seleksi Bersama Masuk Sekolah Tinggi, Akademi dan Politeknik Pariwisata (SBM STAAP) bertujuan untuk memudahkan akses bagi calon mahasiswa untuk mendaftar di perguruan tinggi bidang pariwisata.

"SBM STAAP bisa memilih satu perguruan tinggi di manapun dan untuk tesnya bisa di manapun. Jadi, nanti kalau sudah diterima baru ke sana," kata Arief disela-sela peluncuran program SBM STAAP di Aula Politeknik Pariwisata Makassar, Jumat.

Dia mengatakan, program yang mengikuti sistem pendaftaran masuk perguruan tinggi tersebut, baru pertama kali dilakukan di lingkup empat perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pariwisata.

Keempat perguruan tinggi yang sudah mengikuti standar global pendidikan tinggi pariwisata itu adalah Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, STP Nusa Dua Bali, Poltekpar Makassar dan Akademi Pariwisata Medan.

"Sistem ini mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN). Sementara dari perguruan tinggi kami yang ada memang belum mampu mengungguli perguruan tinggi yang terbaik, tetapi akan mengarah ke sana," katanya.

Menurut dia, berdasarkan data Kementerian Pariwisata diketahui, lulusan perguruan tinggi dibawah Kementerian Pariwisata itu terserap pasar ke luar negeri sebanyak 30 persen dengan rata-rata pendapatan 1.000 dolar Amerika Serikat per bulan.

Sebagai gambaran, lulusan dari STP Bandung yang bekerja di luar negeri, rata-rata mengirimkan Rp1 triliun kepada keluarganya setiap tahun.

Sementara itu, Dirut Politeknik Pariwisata Makassar Dr Komang Mahawira mengatakan, dengan adanya peluncuran SBM STAAP ini menunjukkan adanya upaya memberikan perhatian dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan memberikan kemudahan akses bagi generasi muda yang ingin berkarya di bidang pariwisata.

"Jadi lulusan SMA atau kejuruan bisa mendaftar di mana saja ke STP, bagi yang kurang mampu dari segi ekonomi, juga diberi kesempatan, karena disiapkan beasiswa," katanya.

Hal senada dikemukakan Panitia SBM STAAP Dr Anang Sutono. Dia mengatakan, dengan sistem penerimaan mahasiswa baru ini dilakukan dengan proses seleksi yang berbasis teknologi informasi.

"Jadi cukup mendaftar secara "online" melalui website http://sbmstaap.kemenpar.go.id," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026