PSSI Sulsel diminta tindak tegas Bahar Muharram

id pssi sulsel, sulsel super league, bahar muharram

Rentetan kejadian yang dilakukan pelatih yang bersangkutan dibeberapa turnamen...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Asosiasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Sulawesi Selatan diminta melakukan tindakan tegas terhadap Pelatih Perseka, Bahar Muharram, yang dituding sebagai pemicu pengeroyokan pada turnamen Sulsel Super League (SSL) U-21, Makassar, Sulsel.

Pakar Olahraga Sulawesi Selatan, Dr Wahyudin SPd MPd di Makassar, Sabtu, mengatakan asosiasi sebagai induk sepak bola tidak boleh diam saja menanggapi insiden ini. Sebab kejadian ini merupakan rentetan dari berbagai kejadian sebelumnya seperti saat pelaksanaan turnamen Piala Wali Kota.

"Rentetan kejadian yang dilakukan pelatih yang bersangkutan dibeberapa turnamen, sudah bisa menjadi alasan atau idikator untuk pihak terkait menon-aktiffkan yang bersangkutan dari dunia sepak bola selamanya," jelasnya.

Mantan wartawan olahraga Harian Pedoman Rakyat itu menjelaskan, jika PSSI Sulsel tidak melakukan tindakan kepada mantan pemain PSM tersebut, kata dia, maka dikhawatirkan kejadian seperti itu akan terus terulang.

Dan jika itu terjadi, lanjut dia, maka yang dirugikan tentu saja pembinaan sepak bola di Sulsel. Apalagi dalam kondisi persepakbolaan nasional yang tidak menentu seperti sekarang ini.

Selain mengindari tidak maksimalnya pembinaan sepak bola di Sulsel, perangkat pertandingan yang tidak lain merupakan produk dari PSSI juga tidak akan merasa aman dalam melaksanakan tugasnya.

Kondisi ini juga akan mempengaruhi integritas wasit dan perangkat pertandingan lainnya menjalankan tugasnya secara tidak adil.

"Jadi PSSI sebagai induk sepak bola memang harus melakukan tindakan kongkrit kepada pihak yang dinilai selalu menjadipemicu kericuhan di turnamen." tegasnya.

Dosen Ilmu Olahraga di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNM itu juga menyayangkan sosok seorang Bahar Muharram yang sempat menjadi idola pada jamannya itu justru melakukan tindakan yang tidak terpuji. Apalagi sampai menantang panitia yang berasal dari Forum Bersama (Forbes) Wartawan Olahraga Makassar.

"Saya setuju jika orang ini disebut kekanak-kanakan. Mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian seperti ini karena akan memberikan pengaruh negatif dalam proses pembinaan. Kita juga harusnya menghargai panitia yang sudah menyiapkan turnamen di Makassar," sebutnya.

Sebelumnya, terjadi pemukulan terhadap Ketua SSL U-21, Sri Syahril pada pertandingan antara Bosowa Semen FC melawan Perseka di Lapangan Karebosi Makassar (15/2).

Pemukulan ini berawal dari protes keras yang dilakukan Pelatih Perseka Bosowa Bahar Muharram terhadap wasit. Mantan pemain PSM itu tidak terima keputusan wasit yang tidak memberikan penalti. Bahar menganggap bola mengenai tangan salah satu pemain PS Bososwa Semen di kotak penalti, dan seharusnya Perseka dapat hadiah penalti.

Melihat intimidasi Pelatih Perseka terhadap wasit Ahmad Tuharea, Ketua Panitia SSL U-21 Sri Syahril mencoba menenangkan Bahar Muharram dengan mengajaknya kembali ke bens pemain demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kendati demikian, Bahar sama sekali mengabaikan dan terus melakukan provokasi. Bukan hanya itu, nada suaranya juga semakin tinggi, sehingga pemain dan suporter Perseka Bosowa terprovokasi, dan langsung mengerumuni dan melakukan pemukulan ketua panitia SSL U-21.

Meski pemain bisa ditenangkan, namun suporter Perseka tetap mengamuk dan melakukan pengeroyokan terhadap Ketua Panitia SSL U-21 Sri Syahril. Atas kejadian ini, Sri Syahril mengalami luka memar di bagian wajah.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar