Logo Header Antaranews Makassar

Usaid-HELM sosialisasi "Coin" regional Timur di Makassar

Senin, 7 Maret 2016 14:41 WIB
Image Print
Lembaga donor asal Amerika USAID-HELM sosialisasi "Collaboration and Innovation Network" (Coin) Regional Timur di Makasar, Senin (7/3). (ANTARA FOTO/Suriani Mappong)
Pembentukan Coin ini pada 20 September 2015 terbentuk untuk memperjuangkan empat pilar perguruan tinggi ...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Lembaga donor asal Amerika USAID-Higher Education Leadership and Management (HELM) melakukan sosialisasi "Collaboration and Innovation Network" (Coin) Regional Timur di Makasar dengan melibatkan 27 mitra lembaga pendidikan se- Kawasan Timur Indonesia (KTI).

"Pembentukan Coin ini pada 20 September 2015 terbentuk untuk memperjuangkan empat pilar perguruan tinggi yakni riset, penguatan masyarakat, forum dan publikasi ilmiah," kata Kasubdit Riset Tetapan, Direktorat Perguruan Tinggi, Kemenristekdikti Dra Desmelita, MSc di Makassar, Senin.

Dia mengatakan, dengan adanya Coin ini maka antarlembaga perguruan dapat saling membantu mengembangkan potensi masing-masing. Misalnya perguruan tinggi di Solo membantu universitas di Papua.

Menurut dia, saat ini Kemenristekdikti tengah mendorong Revisi Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 terkait Riset dan Pengabdian Masyarakat.

"Kita ingin pisah jadi satu bab, dan menjadikan itu bukan hanya sebagai barang jasa, tetapi juga riset," kata Desmelita.

Selama ini, lanjut dia, mengejar riset yang pertanggungjawabannya out put, tetapi ke depan selain "out put" juga "out come" riset itu.

Permasalahan lainnya yang menjadi konsentrasi Kemenristekdikti untuk mencari solusinya adalah sekitar 6.000 dosen yang akan didukung menempuh pendidikan strata dua dan strata tiga.

Di lapangan untuk mendapatkan beasiswa itu terbatas, padahal sekitar 4,5 juta mahasiswa menyetor SPP ke kas negara yang seyogyanya dikembalikan lagi ke mahasiswa dalam bentuk beasiswa ataupun dana riset.

Sebagai gambaran, proposal yang masuk ke Kemenristekdikti itu mencapai 26.272 proposal penelitian, namun yang dapat diterima terbatas berdasarkan klasternya yakni 450, 500 dan 600.

Desmelita mengatakan, saat ini masih dibutuhkan sekitar Rp366 miliar untuk membantu penelitian mahasiswa di perguruan tinggi non Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).

Sementara itu Koordinator Coin Prof Dr Amin Arsyad, MS mengatakan, kehadiran forum ini untuk meningkatkan hubungan dan komunikasi antarperguruan tinggi dalam kerjasama riset dan inovasi.

"Ini sekaligus memperkuat tridarma perguruan tinggi, khususnya pelitian dan pengabdian masyarakat dengan mengangkat potensi masyarakat dampingan," katanya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026