
Muswil PAN Sulsel berlangsung ricuh

"Kami setuju untuk nama Ashabul Kahfi dan beliau punya jasa dan kontribusi besar bagi PAN Sulsel. Tapi untuk ketiga nama formatur lainnya, apa kontribusinya," tanyanya.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Musyawarah Wilayah (Muswil) IV Partai Amanat Nasional Sulawesi Selatan yang digelar di salah satu hotel di Makassar berlangsung ricuh setelah penetapan tim formatur.
"Dimana konsep demokrasi yang disuarakan oleh pendiri partai, demokrasi yang selalu didengungkan tapi ternyata dikhianati," teriak Ketua DPD Luwu Timur Usman Sadik usai pembacaan tim formatur oleh DPP PAN di Makassar, Jumat.
Empat nama tim formatur yang dibacakan oleh Wasekjen DPP PAN saat Muswil berlangsung yakni Ashabul Kahfi, Jamaluddin Jafar, Nadjamuddin dan Doddi Amiruddin.
Dia mengatakan, empat nama yang dibacakan ini dinilai tidak sesuai dengan perwakilan wilayah masing-masing karena nama dari Sekretaris DPW PAN Sulsel Buhari Kahar Mudzakkar tidak ada dalam formatur.
Menurutnya, nama-nama seperti Jamaluddin Jafar, Nadjamuddin dan Doddi Amiruddin dianggap tidak memiliki kontribusi yang besar bagi PAN Sulsel jika harus dibandingkan dengan Buhari Kahar Mudzakkar.
"Kami setuju untuk nama Ashabul Kahfi dan beliau punya jasa dan kontribusi besar bagi PAN Sulsel. Tapi untuk ketiga nama formatur lainnya, apa kontribusinya," tanyanya.
Sementara itu perwakilan DPP PAN Yandri Susanto yang melihat adanya kegaduhan langsung menunda rapat Muswil. Penundaan itu juga membuat sejumlah peserta berang.
Yandri Susanto nyaris bahkan menjadi bulan-bulanan pada saat berjalan keluar. Peserta pun mengejar Yandri. Bahkan beberapa benda terlempar dan nyaris mengenainya.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
