PSM tunjuk sosok kontroversi jadi asisten pelatih

id psm makassar, bahar muharram

"Saya memang telah menunjuk Bahar Muharram sebagai asisten pelatih mendampingi Luciano Leandro di ISC 2016," kata Direktur Utama PT Pagolona Sulawesi Mandiri (PSM) Munafri Arifuddin di Makassar, Senin.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Manajemen PSM Makassar menunjuk Bahar Muharram yang belakangan menjadi sosok kontroversial sebagai asisten pelatih tim Juku Eja menghadapi Indonesia Soccer Championship (ISC) yang digulirkan pada 15 April hingga 18 Desember 2016.

Bahar Muharram yang merupakan mantan pemain PSM Makassar itu menjadi sosok kontroversial karena hingga kini masih berstatus terlapor terkait pengeroyokan dan pemukulan terhadap Ketua Panitia turnamen Sulsel Super League (SSL) U-21, Sri Syahril pada saat pertandingan antara Bosowa Semen melawan Perseka pada 15 Februari 2016.

"Saya memang telah menunjuk Bahar Muharram sebagai asisten pelatih mendampingi Luciano Leandro di ISC 2016," kata Direktur Utama PT Pagolona Sulawesi Mandiri (PSM) Munafri Arifuddin di Makassar, Senin.

Adapun alasan menunjuk Bahar Muharram itu sebagai asisten pelatih, kata dia, karena pernah sama-sama dengan Luciano Leandro memperkuat PSM pada 90-an.

Menanggapi keputusan "aneh" manajemen PSM, salah satu panitia turnamen SSL, Muhammad Nur mengaku terkejut dan begitu menyayangkan keputusan manajemen yang akhirnya menunjuk Bahar sebagai asisten pelatih PSM.

Adapun alasannya, kata dia, karena selain status bahar yang maish terlapor, mantan pemain belakang PSM ini juga dinilai berkarakter tempramen dan tidak bisa menjaga sikapnya.

" Saya sangat sesalkan dia (Bahar) masih diberikan ruang di sepak bola khususnya PSM, padahal selalu bermasalah saat menangani tim," ucap Nur.

Dirinya juga mengkhawatirkan jika kehadiran Bahar ini bakal memberikan dampak negatif buat tim Juku Eja dalam mengarungi turnamen ISC mendatang.

Pria yang juga berprfesi sebagai wartawan ini menambahkan, jika yang bersangkutan (Bahar) memiliki karier buruk saat menangani tim amatir yakni Perseka Bosowa. Termasuk ketika ikut liga antarkampung Sapana Cup di Kabupaten Maros tahun 2015 lalu.

" Dia (Bahar) itu tidak fair dalam menangani tim, terakhir gara- gara dia juga terjadi pemukulan di turnamen SSL. Jadi dia ( Bahar) kita laporkan dipolisi dan sampai sekarang kasusnya masih berlanjut,"ujarnya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar