Tuberculosis Day Aisyiyah Sulsel di delapan daerah

id Tuberculosis Day, Aisyiyah Sulsel

Tuberculosis Day Aisyiyah Sulsel di delapan daerah

DIALOG KEBANGSAAN MUHAMMADIYAH Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin (kiri) berbincang bersama tiga mantan Ketua Umum Muhammadiyah Amien Rais (dua kiri), Malik Fajar (kanan) dan Buya Ahmad Syafii Maarif (dua kanan) saat melakukan dialog kebangsaan d

Makassar, (Antara) - Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sulawesi Selatan memperingati Hari Tuberculosis (TB) se-Dunia atau Word TB Day (24/3) di delapan Kabupaten/Kota se-Sulsel yakni di Makassar, Parepare, Gowa, Wajo, Sidrap, Pinrang, Jeneponto, dan Soppeng.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Kesehatan PW Aisyiyah Sulsel, Junaeda Rasyad, saat ditemui di Gedung Aisyiyah Sulsel, Jl Jend M Yusuf, Kamis.

Menurut Junaeda, perhatian `Aisyiyah dalam penanggulangan TB ini memang menjadi program unggulan `Aisyiyah bidang kesehatan sejak diamanatkan pada Muktamar ke 46 di Yogyakarta tahun 2010.

"Bagi Aisyiyah peringatan Hari TB Se-dunia ini menjadi momen untuk menata perjalanan program ini untuk setahun kedepan. Hari TB Se-Dunia tahun 2016 ini adalah tahun keenam perjalanan program sebagai Principal Recipient . Dalam enam tahun ini pula, Community TB Care `Aisyiyah menjadi agen penggerak untuk mendorong percapaian penanggulangan TB di Indonesia ," katanya.

Saat ini, sambung Junaeda, masalah TB MDR, TB HIV juga TB Diabetes menjadi ancaman pada upaya mengurangi penyebaran dan kematian akibat TB.

"Berdasarkan data WHO 2015 bahwa di Indonesia terdapat Insidens TB 100.000 penduduk, dengan angka kematian 399 orang yang terjangkit TB. Dari jumlah tersebut, 41 orang per 100.000 penduduk meninggal setiap tahun, atau dari setiap 2439 orang Indonesia ada satu orang yang meninggal setiap tahunnya," ujarnya.

Koordinator Program TB Aisyiyah Sulsel, Wahriyadi, mengatakan bahwa melalui peringatan TB Day tahun 2016, Aisyiyah ingin mengajak berbagai elemen masyarakat untuk selalu waspada dengan masalah TB serta bersama-sama memerangi penyakit tersebut.

"Masyarakat bisa terlibat dengan mendorong penderita TB yang ada di lingkungan masing-masing agar mau berobat ke Puskesmas terdekat, apalagi obatnya gratis. Disamping itu masyarakat juga bisa turut menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan TB. Tujuan kita suatu saat tak ada lagi manusia yang terjangkit bahkan meninggal akibat kuman TB," katanya.

Adapun bentuk kegiatan yang dilakukan, tambah Wahriadi, adalah Pameran Community TB Care `Aisyiyah, "talk show" di media, kampanye melalui sosial media, serta acara puncak dilakukan melalui "public event" yang akan dipusatkan di Kabupaten Bantaeng dengan melibatkan komunitas dan pengambil kebijakan.

Melalui kegiatan puncak itu, bersamaan juga akan dilakukan jambore kader TB se-Sulsel. Kegiatan itu sendiri akan mulai digelar pada 24 Maret hingga 24 April 2016.

Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar