Logo Header Antaranews Makassar

Kahmi Makassar dorong program pemkot berkelanjutan

Minggu, 3 April 2016 21:11 WIB
Image Print
"Semoga Pak Wali Kota bisa bisa merawat program-program yang tengah berjalan di masyarakat ini bisa berkelanjutan terus...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Makassar mendorong Pemerintah Kota Makassar terus menjalankan program yang sudah mendapatkan dukungan masyarakat agar terus berkelanjutan.

"Semoga Pak Wali Kota bisa bisa merawat program-program yang tengah berjalan di masyarakat ini bisa berkelanjutan terus. Kami bangga menjadi bagian dari kota Makassar," kata pengurus Kahmi Makassar Hamzah saat ngopi bersama di Rujab Wali Kota setempat, Minggu.

Menurutnya bila tata kelola pemerintahan yang dijalankan Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto bersama Syamsu Rizal MI sebagai wakilnya telah mengadaptasi sistem pemerintahan modern yang menerapkan prinsip akuntabilitas dan transparansi maka kota akan sehat.

"Kami akan terus mendukung program pemerintah kota dalam hal positif guna kesehajahteraan masyarakat. Harapan besar agar seluruh program yang berjalan maupun program baru dapat memberikan kebaikan kepada rakyat," tambahnya.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dalam diskusi santai tersebut itu mengkisahkan seputar sejak awal kepemimpinannya hingga berbagai capaian Pemerintah Kota selama 1 tahun 11 bulan setelah dilantik pada 11 Mei 2014 lalu.

Dirinya menyampaikan berbagai program pemerintah yang melibatkan partisipasi publik seperti Lorong Garden (Longgar), dan Makassar Tidak Rantasa (MTR), serta kebijakan lelang jabatan PNS, serta lelang kepala sekolah yang ditempuhnya meski sulit namun tetap berjalan.

"Tahun pertama pemerintahan difokuskan pada pelayanan publik, dan tata lorong. Lorong akan menjadi perhatian utama karena di sinilah masalah perkotaan itu berpusat," papar dia. .

Pria disapa akrab Danny Pomanto ini menyebutkan persoalan pemukiman kumuh, kemiskinan, pengangguran, keterbelakangan pendidikan, kriminalitas, dan perilaku seks bebas semua akarnya dari lorong atau gang.

Kendati demikian, lanjutnya, lambat laun satu per satu persoalan sosial di lorong mulai teratasi. Program Longgar mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam penataan lorong agar lebih asri dan bernilai ekonomis.

Selain itu jalan-jalan sempit mulai berhias serta dicat aneka warna dengan beragam tanaman dalam pot yang berjejer rapi sepanjang lorong ataupun menggantung di dinding rumah penduduk.

Bahkan jenis tanamannya dapat dimanfaatkan warga untuk konsumsi semisal Terong, Tomat, dan Cabai dan tanaman lainnya. Dirinya menekankan dalam menjalankan roda pemerintahan transparansi dan akuntabilitas sangat penting diterapkan.

Jika keputusan untuk mendudukkan orang orang pada level jabatan setingkat Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam hal ini Kepala Dinas hingga camat, lurah, dan kepala sekolah pun dilakukan dengan lelang jabatan guna mencari pejabat terbaik dari yang terbaik .

"Inilah yang saya lakukan, meski sulit dan menantang, tetapi hal ini harus saya dilakukan untuk mendapatkan pejabat yang terbaik dan mampu melayani masyarakat dengan baik,"paparnya.

Selain itu program Makassar Tidak Rantasa atau MTR serta Lihat Sampah Ambil (LiSa), kemudian bank sampah dan sampah ditukar beras serta sejumlah program lainnya semata mata untuk memupuk kesadaran warga betapa pentingnya kebersihan di lingkungan sekitar.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026