
Sekolah alam terpadu dibangun pinggir sungai

"Sejak lama sekolah-sekolah yang terpencil dan berbatasan daerah lain itu jarang dikunjungi...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kota Makassar akan membangun sekolah alam terpadu di kawasan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 19 Makassar yang berada di dekat sungai.
"Sejak lama sekolah-sekolah yang terpencil dan berbatasan daerah lain itu jarang dikunjungi dan saya pun demikian baru berkunjung di sini. Ternyata berada di dekat sungai ini sekolah," ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Selasa.
Dia mengatakan, sekolah alam terpadu akan menggabungkan jenjang pendidikan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) pada satu kawasan tertentu.
Wali kota menjelaskan, sekolah alam terpadu yang akan dibangun itu, para siswanya akan belajar di luar ruangan seperti outbound. Cara seperti ini dinilainya akan lebih menyenangkan dan tidak membuat bosan para siswa.
Di bagian belakang SMA Negeri 19 yang menghubungkan dengan Sungai Tallo dan bermuara hingga ke sungai di Kabupaten Gowa, dan Maros itu akan diisi beberapa sarana "outbound".
"Tujuan kita dari 18 hal untuk resolusi pendidikan. Salah satunya untuk super student itu, harus tamatan di sana. Misalnya kita buatkan boarding, sungai dan keterampilan lainnya," katanya.
Menurut dia, sekolah outbound yang akan dibangun di tempat itu tidak mengharuskan proses belajar mengajar siswa di lakukan di ruang terbuka, melainkan hanya dilakukan seskali saja.
Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Makassar Mudzakkir Ali Djamil yang mendengarkan langsung rencana wali kota akan mendukung semua upaya untuk peningkatan kualitas pendidikan di Makassar.
"Saya rasa gagasan dari Pak Wali Kota itu sangat bagus dan kami di Komisi D DPRD Makassar yang membawahi langsung bidang pendidikan akan mendukungnya secara penuh," katanya.
Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengaku akan menyokong gagasan tersebut dengan menyetujui pengalihan beberapa pos anggaran yang tidak teralokasi dengan maksimal.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
