
Aspam tuntut Angkasa Pura tidak tebang pilih

"Kami meminta agar manajemen bandara tidak tebang pilih dan mengakifkan kembali operasional angkutan bandara Dinar dan Jaya Karsa," kata korlap aksi di kantor DPRD Sulsel, Makassar, Senin.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Sejumlah pengunjuk rasa tergabung dalam Asosiasi Pemilik dan Sopir Angkot (Aspam) Sulsel di Makassar menuntut PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin tidak tebang pilih terhadap angkutan bandara.
"Kami meminta agar manajemen bandara tidak tebang pilih dan mengakifkan kembali operasional angkutan bandara Dinar dan Jaya Karsa," kata korlap aksi di kantor DPRD Sulsel, Makassar, Senin.
Menurut dia, sopir dipersulit dengan adanya aturan yang dikeluarkan manajemen bandara dengan menonaktifkan dua armada angkutan bandara tersebut hingga batas waktu yang tidak ditentukan padahal izin trayek masih berlaku.
"Para supir sudah empat bulan menggangur dan tidak dapat penghasilan. Kami minta izin beroprasi kembali diberlakukan, sebab ini masalah perut dan penghasilan bagi keluarga," paparnya.
Selain itu pihaknya menuntut GM PT Angkasa Pura Ahmad Munir tidak tebang pilih, sebab ada 17 perusahaan bandara yang legal termasuk Dinar dan Jaya Karsa.
Sebagaimana pada Undang-undang nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, Angkasa Pura harus memberikan ruang kepada angkutan bandara yang legal untuk beroperasi. Bahkan putusan Mahkamah Agung nomor 141 K/Pdt.sus/2011 telah memutuskan apa yang harus dilakukan pihak Angkasa Pura.
"Dinas Provinsi Sulsel juga diminta mengeluarkan ketegasan berapa sebenarnya kuota angkutan bandara tanpa ada intervensi dari Angkasa Pura sesuai dengan putusan MA," tegasnya.
Sementara anggota Komisi D membidangi perhubungan DPRD Sulsel, Sunarti mengatakan pihaknya akan menampung aspirasi tersebut dan akan membicarakan hal ini kepada pimpinan untuk dibahas lebih lanjut.
"Percayakan pada kami persoalan ini segera ditindaklanjuti dengan melakukan rapat dengar pendapat untuk mencocokkan. Kami akan memanggil pihak terkait dalam waktu dekat ini untuk membahas persoalan ini," katanya kepada demonstran di ruang aspirasi.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
