Nono Hartanto jabat Kepala BPBAP Takalar

id bpbap takalar, nono hartanto, takalar

Kepala BPBAP Takalar Nono Hartanto (kiri) berjabat tangan dengan pejabat lama Sugeng Raharjo (tengah) disaksikan Dirjen Budidaya KKP Slamet Budiakto (kanan) usai serah terima jabatan di Takalar, Kamis (14/4). (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)

"Saya menyadari tugas sebagai kepala akan semakin berat dengan wilayah cukup luas...
Takalar, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Nono Hartanto resmi menjabat Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan mengantikan Sugeng Raharjo yang ditugaskan ke Jepara, Jawa Tengah.

"Saya menyadari tugas sebagai kepala akan semakin berat dengan wilayah cukup luas. Namun hal ini akan menjadi tantangan buat saya ke depan untuk menjalankan tugas," kata Nono disela serah terima jabatan di aula BPBAP Takalar, Sulsel, Kamis.

Meski sebelumnya menjabat sebagai Kepala Balai di Ambon, dirinya akan senantiasa bekerja sama dengan seluruh Sumber Daya Manusia yang ada di BPBAP Takalar berjumlah 102 orang, kendati SDM di Ambon hanya 80 orang lebih, dirinya tetap optimistis.

"Saya senantiasa siap menerima masukan dan saran termsuk dorongan dari Kementerian Kelautan Perikanan melalui Dirjen Budidaya sesuai dengan rel yang digariskan," papar dia.

Sementara Direktur Jenderal Budidaya Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) Slamet Budiakto pada kesempatan itu meminta agar Kepala BPBAP yang baru Nono Hartano wajib menbuat inovasi baru.

"Pak Nono mesti membuat inovasi baru. Selain itu mendorong pengembangan tambak skala intensif `Three in One` atau `Two in One`. Takalar harus menjadi pelopor untuk budidaya udang di Sulawesi serta bisa menjadi tambak percontohan di kawasan timur," katanya.

Selain itu tambak mesti dilengkapi dengan Instalasi Pengelolaan Limbah atau Ipal sebab dalam sertifikasi Ipal akan menjadi unsur yang paling penting agar tidak mencemari lingkungan. Selain itu tanaman mangrove juga dapat dikembangkan.

"Pengembangan ikan tawar harus menjadi prioritas. Gerakan Pakan Mandiri juga perlu dijalankan dan dikembangkan agar mengurangi pakan impor. Penyiapan bengkel di Balai ini juga perlu disediakan untuk restoking benih," tambah Slamet menyarankan.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar